Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 26 Juni 2026 09:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Di tengah berbagai fitnah yang semakin banyak bermunculan di zaman ini, menjaga hati menjadi kebutuhan yang tidak boleh diabaikan. Hati perlu dijaga dan ditata dengan benar agar bisa tetap kuat dan tidak mudah lalai serta terpengaruh oleh berbagai godaan fitnah yang datang.

Berikut Khutbah Jumat berjudul “Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah”, sebagaimana dilansir dari NU Online.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى لِلْمُتَّقِيْنَ، وَجَعَلَ فِيْهِ مَنَاهِجَ الْهِدَايَةِ لِلنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْأَمِيْنُ، صَلىَّ اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Mari kita awali khutbah Jumat ini dengan kalimat syukur alhamdulillahi rabbil alamin, atas segala limpahan nikmat dan karunia yang telah Allah berikan kepada kita semua, sehingga kita bisa tetap istiqamah menunaikan ibadah shalat Jumat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang senantiasa meneladani jejaknya hingga akhir zaman.

Sebagaimana Rasulullah senantiasa mengawali khutbahnya dengan wasiat takwa, maka sebagai bentuk mengikuti jejak beliau, khatib pun berwasiat kepada diri sendiri dan segenap jamaah sekalian, marilah kita senantiasa berusaha meningkatkan takwa kepada Allah swt, dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, agar kita semua bisa selamat di dunia dan bahagia di akhirat kelak.

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Saat ini kita hidup di era yang sering disebut sebagai zaman penuh fitnah. Dalam Islam, fitnah memiliki banyak makna yang sangat luas, di antaranya adalah bermakna ujian, cobaan, kekacauan, kabar bohong, tuduhan, dan lainnya, bisa juga bermakna harta, jabatan, popularitas, bahkan anak sekalipun. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Anfal, Allah swt berfirman:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya, “Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.” (QS. Al-Anfal, [8]: 28).

Maka, dalam kondisi penuh fitnah seperti ini, tidak ada hal yang paling kita butuhkan selain penataan hati yang baik dan benar. Sebab hati merupakan pusat kendali kehidupan manusia. Penataan hati yang baik akan melahirkan kebaikan dalam ucapan dan perbuatan. Tetapi sebaliknya, penataan hati yang tidak baik, akan membawa seseorang ke dalam berbagai bentuk kesalahan dan kemaksiatan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya