Khutbah Jumat: Menata Hati di Tengah Zaman Penuh Fitnah

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 26 Juni 2026 09:05 WIB
Ilustrasi.
Share :

Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah saw bersabda:

أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Artinya, “Ketahuilah, sesungguhnya dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuhnya. Dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itu adalah hati.” (HR. Bukhari & Muslim).

Hadits yang baru saja kita dengar ini menegaskan kepada kita semua tentang pentingnya bersungguh-sungguh dalam menata dan menjaga hati. Sebab hati merupakan sumber yang menentukan baik dan buruknya seluruh anggota badan.

Apabila hati ditata dengan baik dan benar, maka semua perilaku dan ucapan kita akan mengarah pada kebaikan. Tetapi sebaliknya, apabila hati tidak ditata dengan baik, maka hanya kejelekan yang tampak dari ucapan dan perbuatan kita.

Imam Abu Zakaria Yahya bin Syarf an-Nawawi mengatakan dalam kitab Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, jilid V, halaman 469:

وَفِي هَذَا الْحَدِيث تَأْكِيدٌ عَلَى السَّعْي فِي صَلَاح الْقَلْب وَحِمَايَته مِنْ الْفَسَاد

Artinya, “Dan dalam hadits ini terdapat penegasan untuk bersungguh-sungguh dalam memperbaiki hati dan menjaganya dari kerusakan.”

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Kemudian, setelah kita mengetahui betapa pentingnya menata hati dalam kehidupan setiap Muslim, langkah berikutnya adalah membahas cara dan langkah-langkah menata hati di tengah zaman yang penuh fitnah seperti saat ini. Dan berikut beberapa langkah yang dapat kita lakukan bersama:

1. Memperbanyak Zikir dan Mengingat Allah

Langkah pertama dalam menata hati di zaman penuh fitnah adalah dengan senantiasa memperbanyak zikir dan mengingat Allah, karena zaman yang penuh fitnah sering kali menjadikan kita semua lebih sibuk dengan urusan dunia hingga melupakan Tuhannya. Dalam kondisi seperti ini, hati kita akan semakin jauh dari-Nya, sehingga kita akan mudah gelisah, marah, iri, serta mudah terpengaruh oleh fitnah dan hawa nafsu.

Oleh sebab itu, memperbanyak zikir dan mengingat-Nya dalam kondisi tersebut adalah langkah terbaik untuk menata hati agar tetap tenang di tengah banyaknya fitnah yang bermunculan. Langkah ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an, Allah swt berfirman:

أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya, “Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d, [13]: 28).

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya