Menag Nasaruddin: 10 Muharam Dijadikan sebagai Lebaran Anak Yatim dan Difabel

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 25 Juni 2026 18:35 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Share :

JAKARTA — Kementerian Agama (Kemenag) menjadikan setiap tanggal 10 Muharam sebagai momentum perayaan Lebaran Anak Yatim yang difokuskan untuk membantu anak yatim piatu dan kelompok difabel agar terbebas dari berbagai kesulitan hidup.

“Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam itu, kita peringati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan,” demikian disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat gelaran Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Nasaruddin menjelaskan bahwa gagasan itu diharapkan menjadi tradisi baru yang positif di Indonesia dengan menjadikan Muharam sebagai momentum kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selama ini, kata dia, masyarakat lebih mengenal amalan puasa pada bulan Muharam. Namun, semangat berbagi dan menyantuni anak yatim juga perlu diperkuat sebagai bagian dari peringatan bulan yang dimuliakan tersebut.

“Kita kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kita Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel,” ujarnya.

Nasaruddin Umar mengatakan, peringatan 10 Muharam di Indonesia memiliki karakter yang berbeda dengan sejumlah negara lain. Di Indonesia, peringatan tersebut diarahkan pada kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dia berharap peringatan Lebaran Anak Yatim dapat berkembang menjadi agenda nasional yang mampu memperluas jangkauan bantuan bagi anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu.

 

“Kalau ini bisa menjadi event penting, maka seluruh anak-anak kita yang miskin dan yatim piatu akan semakin terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup,” katanya.

Dia juga mengajak masyarakat untuk mengekspresikan kecintaan terhadap agama melalui kepedulian kepada sesama, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.

“Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita,” ujarnya.

Nasaruddin menambahkan, Muharam merupakan bulan yang identik dengan perdamaian dan kasih sayang. Dalam tradisi Islam, Muharam termasuk bulan yang dimuliakan sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial.

“Pada masa Nabi tidak boleh ada peperangan pada bulan Muharam, makanya disebut haram, ya kan? Hari berkasih sayang,” pungkasnya.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya