Kenapa Bulan Muharram Identik dengan Anak Yatim? Ini Sejarah dan Keutamaannya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 25 Juni 2026 21:12 WIB
Ilustrasi.
Share :

Dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah Saw bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah yang dirapatkan.

Hadis tersebut menunjukkan betapa besar keutamaan bagi siapa saja yang merawat, mendidik, atau membantu memenuhi kebutuhan anak yatim. Tidak hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga perhatian, pendidikan, pendampingan, dan kasih sayang yang membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya.

Sejumlah ulama juga menjelaskan bahwa memuliakan anak yatim merupakan bagian dari akhlak mulia yang dapat melembutkan hati serta menumbuhkan rasa syukur. Karena itu, Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat nilai empati dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Namun demikian, kepedulian terhadap anak yatim seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial tahunan semata. Sebagaimana disampaikan dalam tulisan Kementerian Agama Jawa Barat, perhatian kepada anak yatim perlu diwujudkan melalui akses pendidikan, pengembangan potensi, serta kesempatan yang setara agar mereka dapat tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.

Semangat Muharram sejatinya mengajarkan umat Islam untuk berhijrah menuju pribadi yang lebih peduli terhadap sesama. Salah satu bentuk hijrah tersebut adalah menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan dan perhatian dari lingkungan sekitar.

Kebaikan yang diberikan tidak selalu harus berupa uang. Mengajak anak yatim berbelanja kebutuhan sekolah, memberikan pelatihan keterampilan, mendampingi proses belajar, atau sekadar menjadi teman berbagi cerita dapat menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi mereka.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya