Menteri Agama: Tahun Baru Hijriah Momentum Meningkatkan Kualitas Diri dan Kedekatan kepada Allah

Tim iNews Media Group , Jurnalis
Minggu 05 Juli 2026 18:17 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Share :

JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., mengajak umat Islam menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat ketakwaan, dan memperdalam kedekatan kepada Allah SWT.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal saat memberikan tausiah dalam acara Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dan Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang diselenggarakan oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Majelis Rasulullah dan iNews TV, Sabtu (4/7/2026).

Dalam tausiahnya, Menteri Agama menegaskan bahwa pergantian tahun Hijriah tidak cukup diperingati sebagai seremoni tahunan, tetapi harus menjadi titik awal hijrah menuju pribadi yang lebih baik, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

"Kita harus menjadikan Tahun Baru Hijriah sebagai momentum meningkatkan kualitas diri. Mari kita memperbanyak introspeksi, memperbaiki amal, dan memperkuat komitmen untuk menjadi hamba Allah yang semakin bertakwa," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa masih banyak anggota masyarakat yang terjerumus ke dalam berbagai bentuk penyimpangan, kemaksiatan, provokasi, serta tindakan yang merusak kehidupan beragama dan persatuan bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh umat Islam untuk bersama-sama mengembalikan kehidupan kepada nilai-nilai ketaatan kepada Allah SWT.

"Mari kita mengajak saudara-saudara kita yang masih jauh dari jalan Allah untuk kembali kepada ketaatan, membiasakan diri menjalankan kewajiban-kewajiban agama, serta menghidupkan sunah-sunah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari," pesannya.

Lebih jauh, Prof. Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa perjalanan spiritual seorang Muslim memiliki tingkatan-tingkatan. Menurutnya, seseorang yang telah menjadi ahl al-thā‘ah (orang yang taat) perlu terus meningkatkan kualitas spiritualnya hingga menjadi ahl al-'ibādah (orang yang menikmati ibadah).

 

"Orang yang masih berada pada tingkat ahl al-thā‘ah terkadang masih merasakan ibadah sebagai beban. Namun, ketika naik menjadi ahl al-'ibādah, ia tidak lagi merasa terpaksa. Ibadah justru menjadi kenikmatan dan kebutuhan hidupnya," jelasnya.

Ia kemudian menggambarkan bahwa perjalanan ruhani seorang mukmin tidak berhenti pada kenikmatan beribadah. Di atas tingkatan tersebut masih ada derajat yang lebih tinggi, yaitu menjadi ahlullah, yakni hamba-hamba Allah yang seluruh orientasi hidupnya tertuju kepada Allah semata.

"Di atas langit masih ada langit. Begitu pula dalam perjalanan menuju Allah. Orang yang berada pada tingkat ahl al-'ibādah masih berharap memperoleh surga dan terhindar dari neraka. Adapun ahlullah, orientasinya bukan lagi semata-mata pahala atau keselamatan dari siksa, melainkan kerinduan untuk selalu dekat dengan Allah SWT," tuturnya.

Menutup tausiahnya, Menteri Agama berharap semangat hijrah yang terkandung dalam Tahun Baru Islam dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam Indonesia untuk terus memperbaiki diri, memperkuat akhlak, meningkatkan kualitas ibadah, serta menghadirkan nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan kegiatan Pra-Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat dakwah, membangun persatuan umat, dan menumbuhkan semangat kolaborasi demi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya