Macam-macam Syirik Lengkap dengan Dalilnya

Muhammad Fadhil Mubarok, Jurnalis
Senin 28 September 2026 15:53 WIB
Berkonsultasi ke dukun merupakan salah satu contoh perbuatan syirik.
Share :

JAKARTA — Syirik merupakan perbuatan yang bersumber dari dalam hati, sehingga siapa pun berpotensi terjerumus ke dalamnya tanpa disadari. Dalam kehidupan sehari-hari, praktik syirik kerap termanifestasi melalui sikap manusia yang meyakini serta menggantungkan harapan kepada selain Allah SWT.

Sebagai salah satu dosa besar, syirik menjadi perbuatan yang wajib dijauhi lantaran dapat merusak keimanan dan menjerumuskan manusia keluar dari jalan yang lurus. Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami berbagai macam bentuk syirik agar dapat lebih mewaspadai, menjaga akidah, sekaligus terhindar dari kesesatan.

Macam-macam Syirik dan Dalilnya

Dilansir dari laman resmi Al-Manhaj, Senin (28/9/2026), syirik terbagi menjadi dua, yaitu Syirik Besar dan Syirik Kecil. Berikut penjelasannya:

1. Syirik Besar

Syirik besar merupakan bentuk perbuatan memalingkan ibadah kepada selain Allah SWT, seperti berharap dan berdoa kepada selain-Nya, atau mendekatkan diri melalui penyembelihan kurban dan nazar yang ditujukan untuk kuburan, jin, setan, maupun makhluk lainnya.

Syirik besar juga dapat tercermin dari sikap seseorang yang merasa takut kepada orang yang sudah tiada dengan anggapan dapat mengganggu atau menolaknya, serta menggantungkan harapan kepada sesuatu selain Allah SWT yang sejatinya tidak memiliki kuasa memberi manfaat maupun mudarat. Termasuk pula tindakan meminta sesuatu kepada selain Allah, padahal hal tersebut hanya mampu dikabulkan oleh-Nya, seperti memenuhi hajat atau melepaskan diri dari kesulitan hidup.

Berbagai bentuk ibadah tersebut pada hakikatnya hanya boleh ditujukan kepada Allah SWT semata. Mengenai perbuatan menyembah selain Allah saat tertimpa kesulitan, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS. Al-‘Ankabut [29]: 65)

 

Syirik besar terbagi ke dalam beberapa bentuk, di antaranya:

a. Syirik Doa / Niat

Keinginan dan tujuan ibadah yang ditujukan untuk selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ ﴿١٥﴾ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٦﴾

“Barang siapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11]: 15–16)

b. Syirik Ketaatan

Yaitu menaati selain Allah dalam hal bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (juga mereka menjadikan tuhan) Al-Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah [9]: 31)

c. Syirik Mahabbah (Kecintaan)

Yaitu menyamakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan selain-Nya dalam hal kecintaan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Dan seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka menyesal).” (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

 

2. Syirik Kecil

Dikutip dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, berbeda dengan syirik besar, syirik kecil tidak sampai mengeluarkan pelakunya dari agama Islam. Meski demikian, perbuatan ini tetap dapat mengurangi kadar tauhid seseorang dan berpotensi menjadi jalan atau perantara menuju syirik besar.

Syirik kecil terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

a. Syirik Zahir (Nampak)

Syirik zahir merupakan bentuk syirik kecil yang tercermin melalui ucapan maupun tindakan nyata. Salah satu contoh bentuk ucapan adalah kebiasaan bersumpah dengan menyebut nama selain Allah SWT, sebagaimana disinggung dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللهِ فَقَدْ كَفَرَ أَوْ أَشْرَكَ

“Barang siapa yang bersumpah atas nama selain Allah, maka dia telah berbuat kekufuran atau kesyirikan.” (HR. Abu Daud no. 3251, At-Tirmidzi no. 1535)

b. Syirik Khafi (Tersembunyi)

Syirik khafi merupakan bentuk kesyirikan yang berkaitan dengan niat serta dorongan di dalam hati, seperti riya' (mengharapkan pujian dari orang lain) maupun sum'ah (bertujuan agar amal perbuatannya didengar dan dipuji orang lain). Hal ini sebagaimana disampaikan dalam sabda Rasulullah SAW:

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ ، قَالُوا : وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ

“'Yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.' Para sahabat bertanya: 'Apakah syirik kecil itu, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Ar-Riya' (pamer).'” (HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan Al-Baihaqi)

Memahami berbagai macam bentuk syirik, baik yang besar maupun kecil, menjadi bekal penting bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga kemurnian akidah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kewaspadaan dan kesadaran diri, diharapkan setiap Muslim mampu terhindar dari perbuatan syirik, baik yang tampak nyata maupun yang tersembunyi dalam hati, sehingga keimanan kepada Allah SWT dapat senantiasa terjaga secara utuh.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya