Jamaah yang dimuliakan Allah,
Setidaknya ada empat alasan mendasar mengapa memaafkan menjadi kebutuhan penting bagi jiwa kita.
Pertama, agar hidup menjadi lebih ringan dan batin menjadi lebih tenang.
Menyimpan dendam bagaikan membawa beban berat ke mana pun kita pergi. Ketika bertemu dengan orang yang dibenci, dada terasa sesak, pikiran menjadi tegang, dan langkah terasa terhambat. Memaafkan adalah salah satu cara untuk melepaskan beban emosi agar kita dapat melangkah ke masa depan tanpa terus-menerus terikat oleh luka masa lalu.
Kedua, menghemat dan mengalihkan energi ke hal-hal positif.
Merancang strategi pembalasan dan terus mengingat kesalahan orang lain menguras energi yang sangat besar. Dengan memaafkan, energi tersebut dapat kita alihkan untuk hal-hal yang bernilai ibadah, produktif, dan bermanfaat bagi keluarga serta agama.
Ketiga, menciptakan kedamaian dan harmoni sosial.
Masyarakat yang saling memaafkan akan melahirkan kehidupan yang lebih sejuk, aman, dan penuh rasa saling menghargai.
Keempat, menyadari bahwa kita juga adalah manusia yang membutuhkan maaf.
Hari ini mungkin kita berada di posisi sebagai orang yang dizalimi dan memiliki kesempatan untuk memberikan maaf. Namun, siapa yang dapat menjamin bahwa esok hari bukan kita yang berbuat salah dan membutuhkan pengampunan dari Allah serta kemurahan hati dari sesama manusia?
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Memaafkan memang tidak selalu datang secara instan. Memaafkan melibatkan tiga ranah sekaligus, yaitu akal kita memahami dan memaklumi (kognitif), batin kita merelakan (afektif), dan tindakan kita menunjukkan perubahan sikap (behavioral).
Jika saat ini batin kita masih terasa berat dan belum sepenuhnya ikhlas, jangan berkecil hati. Memaafkan adalah sebuah perjuangan aktif. Taklukkan kemarahan di dada secara perlahan, carikan alasan yang kuat bagi akal untuk memahami kelemahan orang lain, dan mohonlah petunjuk kepada Allah Swt.
Semoga Allah Swt. membersihkan hati kita dari segala penyakit dengki, dendam, dan kebencian, serta menggolongkan kita ke dalam hamba-hamba-Nya yang berjiwa besar dan pemaaf.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ