JAKARTA - Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober, yang menjadi momentum istimewa untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan semangat perjuangan para ulama dan santri bagi bangsa dan negara.
Atas semangat perjuangan tersebut, Hari Santri umumnya diperingati dengan pembacaan doa bersama. Tradisi ini lazim digelar di pondok pesantren, lembaga pendidikan, hingga instansi pemerintahan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
Doa yang dipanjatkan ditujukan untuk memohon perlindungan Allah SWT agar para santri senantiasa dianugerahi pengetahuan dan ilmu yang bermanfaat. Doa tersebut juga memuat harapan agar santri meraih rida-Nya dan mampu mengemban ajaran Rasulullah SAW dengan istiqomah.
Memperingati Hari Santri 2026, umat Muslim dapat memanjatkan doa khusus yang telah disusun lengkap dengan tulisan Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan dalam bahasa Indonesia. Bacaan doa tersebut bersumber dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ
Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah hamdan syakirin, hamdan naa'imin hamdan yuwafii niamahu wa yukafiu mazidah. Yaa rabbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghii lijalaali wajhikal kariimi wa 'adhiimi sulthaanik. Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'ala ali muhammad.
Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji atas karunia dan kenikmatan yang Engkau berikan kepada kami. Wahai Tuhanku, bagi-mu segala puji sebagaimana selayaknya, bagi kemuliaan wajah-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad."
Wahai Tuhan yang melapangkan jalan ke surga bagi para penuntut ilmu. Wahai Tuhan yang mengajarkan nama-nama segala sesuatu. Wahai Tuhan yang memukadimahkan Iqra sebagai pembuka wahyu. Wahai Tuhan yang memuliakan Adam melebihi malaikat yang diciptakan lebih dahulu. Wahai Tuhan yang meninggikan derajat kaum beriman pewaris ilmu. Anugerahi kami sedikit pengetahuan-Mu, agar tak sesat langkah kami menuju rida-Mu.
Wahai Tuhan yang memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Himpunlah kami bersama mereka yang mencintai indahnya kalam. Wahai Tuhan yang mengutus para Rasul dan para Nabi. Teguhkan hati anak-anak kami para santri.
Wahai Tuhan yang memerintahkan kami menuntut ilmu dari buaian hingga usainya nadi. Izinkan kami menitipkan negeri ini kepada para santri, karena mereka lah pengemban misi para nabi, memakmurkan bumi, dan mengabarkan cinta Ilahi.
Wahai Tuhan Sang Pemberi Rezeki, mudahkan urusan para pencari tuntunan Ilahi. Dengan izin dan kehendak-Mu Ya Rabbi, percayakanlah di tangan mereka masa depan negeri ini.
Wahai Tuhan yang Maha Mewujudkan Mimpi, kami terus berjuang menyejahterakan negeri. Membangun negeri yang berdikari, mengharumkan nama bangsa dan ibu pertiwi.
رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِسُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Rabbana atina fiddunya hasanah. Wa fil akhirati hasanan. Waqina adzabannar. Subhanaka rabbil izzati amma yasifuna. Wa salamun alal mursalina. Walhamdulillahi rabbil alamin.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan pemilik keperkasaan, dari apa yang mereka sifatkan. Dan selamat sejahtera bagi para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."
Memahami ilmu agama tidak sebatas menghafal kaidah, tetapi juga menanamkan nilai-nilainya ke dalam hati sehingga melahirkan kesalehan pribadi maupun sosial. Karena itu, doa dari para pendidik dan masyarakat bagi santri dinilai sangat penting agar mereka senantiasa tergolong hamba-hamba Allah yang saleh.
اللَّهُمَّ أَيُّمَا غُلَامٍ عَلَّمْتُهُ، فَاجْعَلْهُ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Allahumma ayyama ghulamin ‘allamtuhu, faj’alhu fi ‘ibadikas-salihin.
Artinya: “Ya Allah, siapa pun yang telah aku ajar, tempatkan dia di antara hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Lafadz doa ini kemudian disambung dengan pengharapan agar ilmu yang dipelajari mampu menerangi kegelapan dan membawa keselamatan bagi masyarakat luas.
Ya Allah, Wahai Tuhan yang Maha Membuka Pintu Keilmuan. Bukakanlah hati para santri kami, anugerahi kefahaman yang mendalam sebagian kecil dari luasnya pengetahuan-Mu. Jadikanlah setiap lembar kitab suci yang mereka pelajari sebagai cahaya penerang kegelapan. Jadikanlah setiap untaian doa yang mereka panjatkan sebagai penolak bala bagi bangsa ini.
Dengan izin kehendak-Mu Ya Allah, rahmatilah ilmu yang bermanfaat kepada tangan-tangan santri yang berjuang menyejahterakan negeri ini. Ammin Ya Rabbal ‘Alamin.
Ilmu yang hakiki adalah ilmu yang memberikan manfaat nyata, menjauhkan pemiliknya dari sifat sombong, serta menuntun pada amal kebajikan. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW ini menjadi pegangan utama agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebagai teori semata, melainkan terwujud dalam perilaku sehari-hari.
اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي, وَ زِدْنِي عِلْمًا
Allahumma-nfa’ni bima ‘allamtani, wa ‘allimni ma yanfa’uni, wa zidni ‘ilman.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah manfaat kepadaku dengan apa-apa yang Engkau ajarkan kepadaku, dan ajarkanlah aku apa-apa yang bermanfaat bagiku, dan tambahkanlah ilmu kepadaku.” (HR Tirmidzi)
Doa ma’tsur tersebut disempurnakan dengan munajat permohonan ketulusan niat dan kelurusan pekerti:
Ya Allah, Wahai Tuhan yang memiliki segala hikmah, kami memohon kepada-Mu sebagaimana yang dituntunkan oleh kekasih-Mu, Nabi Muhammad SAW.
Ya Allah Ya Rabb, Tuhan Yang Menuntun Setiap Langkah. Janganlah Engkau biarkan ilmu yang dipelajari para santri kami hanya menjadi tumpukan hafalan tanpa makna. Jadikanlah setiap benih pengetahuan yang mereka petik menjadi ilmu yang bermanfaat dan mampu menuntun mereka dalam kebaikan, membimbing mereka menuju jalan kebenaran, dan menjadi benteng akhlak bagi mereka.
Wahai Tuhan Yang Maha Pemberi Karunia, tambahkanlah senantiasa ilmu, keikhlasan, dan pemahaman yang lurus di dalam hati mereka. Jadikanlah para santri kami tidak hanya cerdas ilmu, tetapi juga rendah hati, memberikan manfaat bagi sesama, dan senantiasa membaca kedamaian umat bangsa.
Melalui untaian doa-doa ini, peringatan Hari Santri senantiasa membawa pesan universal tentang pentingnya memadukan ketajaman intelektual dengan keluhuran budi pekerti demi menjaga martabat umat serta keutuhan bangsa dan negara.
(Rahman Asmardika)