Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Melepas Rindu Tanah Air di 'Warung Makan si Doel'

Syukri Rahmatullah , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2011 |20:15 WIB
Melepas Rindu Tanah Air di 'Warung Makan si Doel'
Warung Si Doel di Makkah (Foto: Syukri R/okezone)
A
A
A

MAKKAH- Waktu 40 hari melaksanakan ibadah haji bukanlah waktu yang sebentar. Kerinduan terhadap keluarga di Tanah Air sudah pasti dirasakan seluruh jamaah, juga kerinduan makanan-makanan Tanah Air.

Tapi jamaah haji tidak usah khawatir, karena di sekitar pemondokan jamaah haji di Makkah banyak restoran ataupun warung makan yang dibuka, khusus menyajikan masakan-masakan khas Indonesia. Salah satunya adalah Warung Makan si Doel.

Warung makan yang terletak di kawasan Bakhutmah, kurang dari 2 kilometer dari Masjidil Haram tersebut dibuka sejak sepekan yang lalu oleh seorang warga negara Indonesia yang telah lama tinggal di Arab Saudi, Suhanda.

Awalnya, warga Serang, Banten ini membuka restoran bernama Parahyangan. Kemudian, akhirnya disepakati untuk menggunakan nama si Doel agar lebih dikenal luas jamaah haji Indonesia. Dia pun memulai Warung Makan si Doel sejak tiga tahun yang lalu.

Diketahui, restoran di Doel milik Rano Karno yang dibuka pada tahun 1998 lalu sudah ditutup pada tahun 2000-an. Hal ini disebabkan mahalnya tempat sewa di Hotel Hilton yang mencapai raturan ribu riyal per tahunnya, sementara harganya tidak bisa dinaikkan karena daya beli jamaah Indonesia yang tidak terlalu tinggi.

Dengan modal 100 ribu riyal atau Rp236 juta, Suhanda pun memulai usahanya dengan nama baru itu. Modal digunakan untuk sewa bangunan 5,000 riyal atau Rp11,8 juta, sisanya untuk perizinan, sewa alat, dan juga bahan-bahan makanan.

Warung makan yang dibuka setiap musim haji ini pada hari pertama pembukaannya sepekan yang lalu berhasil mendatangkan uang 5,000 riyal atau Rp11,8 juta, kini setiap harinya berhasil mendatangkan 14-17.000 riyal atau Rp33-40 juta per hari.

Dengan mempekerjakan 17 orang karyawan untuk pelayanan, dapur, dan kasir, Warung Makan si Doel memiliki makanan andalannya adalah Baso. Selain baso seharga 8 riyal atau Rp18 ribu, warung makan ini juga menyajikan nasi dan lauk pauknya khas Indonesia dengan harga 5-7 riyal atau Rp11-16 ribu. Setiap harinya, Warung Makan si Doel menghabiskan 50 kilogram daging untuk bakso.

Dalam pantauan Okezone, lokasi Warung Makan si Doel cukup strategis karena dikelilingi pemondokan jamaah haji Indonesia, bahkan ada salah satu pemondokan nomor 1108 yang berasal dari jamaah haji Bengkulu yang menempel di samping rumah makan.

Setiap harinya, ratusan jamaah haji secara bergiliran mendatangi rumah makan tersebut di waktu makan. “Biasanya, pengunjung paling banyak datang pada jam 10 pagi, waktunya makan pagi. Banyak juga usai salat isya,” ungkap Suhanda.

Salah satu petugas Tenaga Kesehatan Haji Indonesia, Ahmad Firdaus bersama rekannya, yang ditemui Okezone mengaku makan bakso di Warung Makan si Doel untuk melepas kerinduannya terhadap makanan Tanah Air.

Warga Bojonegoro ini mengaku memang suka makan bakso di Tanah Air. Setelah sepekan di Tanah Suci, dia mengaku belum menemukan restoran yang menyediakan bakso. “Baru di Bakhutmah ini saya temukan bakso, makanya mampir,” akunya.

Kata Suhandi, warung makan ini bukan hanya didatangi jamaah haji, tapi juga didatangi pejabat tinggi seperti Kepala Daker Makkah, Arsyad Jauhari hingga Kapuspinmas, Zubaidi.

Saat ditanyakan niatnya membuka warung makan ini, Suhanda mengaku hanya ingin membantu jamaah haji Indonesia agar mendapatkan makanan yang sesuai dengan seleranya dan juga membangun silaturahmi dengan koleganya.

(Kemas Irawan Nurrachman)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement