GRESIK - Fatimah binti Maimun dalam sejarah penyebaran Islam tercatat sebagai muballighah (juru dakwah perempuan) pertama di tanah Jawa. Sejak empat abad sebelum masa Wali Songo, ia telah menyebarkan Islam di Jawa.
Ini ditandai dengan konstruksi makam Fatimah binti Maimun yang kentak dengan nuansa candi Hindu. Bentuk makamnya cungkup dengan ketinggian mencapai delapan meter menyerupai candi, sehingga karakternya berbeda dengan makam Wali Songo.
Makam Fatimah binti Maimun berlokasi di kawasan pesisir utara di Desa Leran, Kecamatan Manyar, atau berjarak tujuh kilometer sebelah utara Kota Gresik, Jawa Timur.
Di kompleks pemakaman Fatimah binti Maimun itu juga terdapat makam empat orang pembantunya, yakni Nyai Seruni, Putri Keling, Putri Kucing, dan Putri Kamboja.
Secara umum di kompleks makam terdapat tiga gugus makam lain, yakni tiga paman Fatimah, tiga panglima, dan dua penjaga yang dikenal dengan makam panjang. Disebut demikian karena panjang makamnya mencapai sembilan meter.
Pada hari biasa, sekira 20 peziarah datang berkunjung ke makam Fatimah setiap hari. Namun, pada Ramadan, sedikitnya 500 orang dari berbagai kota di Indonesia, berziarah setiap harinya.
Hasyim Ali, juru kunci makam, mengatakan, Fatimah binti Maimun lahir pada 1064 Masehi di Kedal, Malaka, Malaysia. Karena itu, tidak heran bila peziarah juga datang dari Malaysia.
Fatimah yang juga putra pasangan Raja Malaka, Sultan Mahmud Syah Alam dan Dewi Aminah, itu wafat pada 1082 M setelah melakukan dakwah di kawasan pesisir utara Gresik.
(Anton Suhartono)