Imam al Bukhari dalam kitab al Adabul Mufrad meriwayatkan sebuah hadits Nabi SAW mengenai salah satu akhlak mulia, tersenyum. Nabi SAW bersabda: “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.”(HR Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Hibban)
Pertanyaan kita adalah senyum yang bagaimana yang bernilai sedekah bagi pemiliknya? Bagaimana mungkin sebuah senyuman akan mampu menundukan sikap seseorang? Sebelum menjawab dua pertanyaan di atas, akan lebih baik apabila kita mengetahui beberapa jenis senyuman yang biasa dilakukan dalam hubungan interaksi sosial, yaitu:
• Senyum bahagia. Senyum ini dilakukan oleh seseorang yang mengalami perasaan aman dan damai dalam masalah dunia dan akhiratnya.
• Senyum kesombongan. Senyum yang bermaksud menyombongkan diri terhadap kelemahan dan kegagalan lawan serta menghinanya.
• Senyum kemunafikan (pura-pura). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yang bersifat duniawi.