Kedua, menurut Menag, pemberian nama Al Mabrur juga menandai tujuan ibadah haji. “Setiap orang yang pergi haji ke Tanah Suci mendambakan kemabruran dan itu terlihat dengan dua ciri utama yakni memiliki kesadaran sosial semakin tinggi dan gemar menebar salam atau kedamaian,” urai Menag.
Kedua hal itulah yang menjadi penanda utama kemabruran seseorang. “Semoga gedung yang lebih nyaman dari gedung lama ini selalu mengingatkan kita untuk meraih kemabruran, baik sebagai petugas ataupun bagi jamaah,” jelas putra mantan Menag KH Saifuddin Zuhri (alm) ini.
Acara diakhiri menyantap nasi mandhi bersama antara Menag Lukman dan seluruh yang hadir. Semuanya tiada berjarak, seperti hati tulus yang merindukan kemabruran itu sendiri.

(Hantoro)