Tahun lalu Erda juga merupakan TKHI, sehingga tidak asing baginya menggunakan aplikasi Siskohatkes ini. Siskohatkes sangat membantu TKHI yang bertugas di lapangan. Pelatihan yang diberikan di masing-masing embarkasi mudah diaplikasikan.

“Pelatihan yang diberikan oleh Pusat Kesehatan Haji Kemenkes cukup detil. Mulai membuka aplikasi, sampai mengirimkan ke admin,” kata dr. Vita Adhiana Koedoes, TKHI UPG 71 dari Papua. Menurut Vita yang sehari-hari bekerja sebagai dokter di Puskesmas Sentani, Papua, Siskohatkes menjadi sarana untuk waspada terhadap jemaah berisko tinggi (Risti) kesehatan.
“Siskohatkes sangat membantu terutama untuk mengetahui keadaan kesehatan jamaah sebelumnya. Kita sudah tahu hasil pemeriksaan tahap pertama, tahap kedua dan riwayat penyakit sebelumnya tanpa harus melakukan anamnesa. Begitu buka ada semua data tentang jamaah, nomor porsi, nomor rekam medis, sampai nomor paspor semua ada di situ. Jadi benar-benar kita tahu,” kata Vita.
Hal senada disampaikan oleh Said Muhammad Erwin, TKHI perawat dari Kloter MES 09. Ia menjelaskan bahwa dengan Siskohatkes TKHI dapat mengetahui data riwayat penyakit terkini.