Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilik Imaam Center, Taman Mini Islam Indonesia di Amerika

Agregasi VOA , Jurnalis-Minggu, 28 April 2019 |10:47 WIB
Menilik Imaam Center, Taman Mini Islam Indonesia di Amerika
A
A
A

Bagus Adiyanto juga mengungkapkan, kini semakin banyak mahasiswa maupun calon-calon diplomat Amerika, yang akan bertugas ke Asia Tenggara atau Indonesia, datang ke masjid itu untuk melihat langsung kegiatan warga Indonesia, khususnya Muslim, dan Imaam Center sendiri, yang banyak disebut sebagai wajah Muslim Indonesia.

Kenyataan itu membuat Bagus kemudian merujuk Imaam Center sebagai Taman Mini Islam Indonesia yang Indah di Amerika. “Imaam adalah miniatur eksistensi komunitas Muslim Indonesia di Amerika. Dan kita sangat merasakan gaungnya sangat luar biasa. Kita pun sangat aktif. Engaged dengan local community dan local community di sini pun sangat respon dengan kita.”

Menanggapi laporan itu, Duta Besar Mahendra Siregar mengakui kesamaan misi yang diemban KBRI dan Imaam Center, sama-sama berusaha selalu menjangkau masyarakat, termasuk non-Muslim dan non-komunitas Indonesia. Mengelola masyarakat sosial, ia mengakui, tidak mudah. Tidak ada struktur yang memberi sanksi, dan hanya mengandalkan ikatan hati dan kepercayaan kepada pengurus.

Mahendra memuji Imaam Center karena dikelola dengan baik. Karenanya, ia meminta Imaam menularkan pengalaman positif itu, dengan semangat gotong royong, kepada organisasi lain.

“Mohon bisa ditularkan, bisa di-share betul-betul, dan sedikit banyak disosialisasikan kepada organisasi lain yang masih perlu pembenahan dan perbaikan lebih lanjut,” katanya.

Peran Imaam Center sebagai pusat informasi Indonesia juga disampaikan Fahmi Zubir Zakaria yang dipercaya menjadi imam masjid tersebut. “Kita ini menjadi duta. Imaam Center sudah diakui State Department (Departemen Luar Negeri AS),” ujar Fahmi Zubir.

Namun, Fahmi juga mengakui sulitnya merangkul semua Muslim Indonesia untuk berpartisipasi aktif di Imaam Center, meramaikan masjid. “Itu tantangan kita,” jelasnya.

Kini, menjelang Ramadan, Imaam Center berbenah dan kembali akan memainkan peran utamanya sebagai rumah bagi setiap Muslim. Menyediakan buka puasa dan sholat tarawih bersama. Ruang sholat masjid yang mampu menampung sampai 350 jemaah akan semakin sesak karena jumlah pengunjung biasanya berkali-kali lipat. “Karena mereka melihat Imaam Center sebagai tempat yang sejuk, makanannya enak. Top,” imbuh Fahmi Zubir.

(Gabriel Abdi Susanto)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement