وإنما مدح التمر في هذا الوقت لأن في نفس السحور بركة وتخصيصه بالتمر بركة على بركة إذا فطر أحدكم فليفطر على تمر فإنه بركة ليكون المبدوء به والمنتهى إليه البركة
“Dianjurkan menggunakan kurma di waktu sahur, karena sahur sendiri adalah keberkahan. Dan dikhususkan kurma, sehingga menjadi keberkahan bertumpuk keberkahan. Apabila kalian berbuka, hendaknya dia berbuka dengan kurma, karena kurma itu berkah. Sehingga mengawali buka dengan berkah, dan ujungnya juga berkah.” (Mirqah al-Mafatih, 6/306)
Dalam hadis lain juga mengatakan mengenai menu berbuka puasa yang Rasulullah ajarkan. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum salat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).
Dari pemaparan semua hadis di atas mengatakan bahwa menu sahur dan berbuka puasa Rasulullah adalah buah urma, karena dalam buah kurma terdapat banyak keberkahan.
(Utami Evi Riyani)