nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Berhubungan Seksual dengan Pasangan saat Puasa? Ini Kata Ustadz!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 10 Mei 2019 03:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 09 616 2053680 ingin-berhubungan-seksual-dengan-pasangan-saat-puasa-ini-kata-ustadz-asE2uGxSk0.jpg Cara Menahan Hasrat Seksual (Foto: Firstmet)

BERHUBUNGAN seksual suami istri ya sah-sah saja, eitss ada tapinya! Tidak bisa bisa dilakukan di siang hari saat bulan puasa. Ada jam-jam tertentu jika kamu ingin berhubungan intim dengan pasangan yang sah. Nah bagaimana solusi agar bisa menahan hasrat seksual saat bulan Ramadan?

Okezone coba menanyakan perihal ini ke Redaktur Keislaman NU Online dan Pengurus LBM PBNU Divisi Publikasi Ustadz Alhafiz Kurniawan. Dalam penjelasannya, jika hasrat ingin berhubungan seksual dengan pasangan muncul pagi-pagi, ada baiknya dilakukan sebelum adzan Subuh.

"Selagi hubungan badannya sebelum adzan Subuh, maka puasa tetap sah," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (9/5/2019).

Dia melanjutkan, untuk masalah mandi besarnya, jika memang tidak memungkinkan langsung dilakukan, maka diperbolehkan melakukan mandi besar di pagi harinya. Tapi, memang ada baiknya dilakukan sesaat setelah jimak (hubungan badan, Red) dilakukan.

Kemudian, usahakan untuk tetap mengucap niat berpuasa supaya ibadah puasa Ramadan tetap sah di mata Allah. Sebab, kalau akhirnya kelupaan melantunkan niat puasa, maka puasa dianggap tidak sah.

Pernyataan ini juga sesuai dengan firman Allah SWT berikut;

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَائِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۖ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Uḥilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn, 'alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba 'alaikum wa 'afā 'angkum, fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum, wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl, wa lā tubāsyirụhunna wa antum 'ākifụna fil-masājid, tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā, każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la'allahum yattaqụn

Artinya: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa. (QS Al Baqarah: 187).

Dia melanjutkan, untuk masalah mandi besarnya, jika memang tidak memungkinkan langsung dilakukan, maka diperbolehkan melakukan mandi besar di pagi harinya. Tapi, memang ada baiknya dilakukan sesaat setelah berhubungan seksual dilakukan. Kemudian, usahakan untuk tetap mengucap niat berpuasa supaya ibadah puasa Ramadan tetap sah di mata Allah. Sebab, kalau akhirnya kelupaan melantunkan niat puasa, maka puasa dianggap kurang sah.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini