Tiga Jenis Tingkatan Puasa Menurut Imam Al Ghazali

Koran SINDO, Jurnalis · Sabtu 11 Mei 2019 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 11 616 2054321 tiga-jenis-tingkatan-puasa-menurut-imam-al-ghazali-mg9jwHVsS3.JPG

PUASA Ramadan sudah memasuki hari keenam. Masih tersedia banyak waktu untuk memperbanyak amal ibadah di bulan yang penuh berkah dan dilipat gandakan pahala ini. Mumpung masih banyak waktu, mari berinstropeksi diri dengan belajar tingkatan puasa.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis MA menjelaskan puasa adalah Al Imsak, menahan diri dari tidak makan, minum dan hubungan suami-istri semata-mata karena Allah SWT. “Oleh karena itu, kita berlatih di bulan Ramadan dan latihan ini ada tingkatannya,” ujarnya.

Dia menambahkan, Imam Al Ghazali menyebut ada tiga tingkatan bagi orang yang sedang melaksanakan iba dah puasa. Yang pertama adalah puasa awam, di mana kita berpuasa hanya meninggalkan makan, minum, dan hubungan intim tanpa ada rasa keimanan. Semata-mata hanya melak sanakan kewajiban.

Kedua, puasanya orang yang khos atau istimewa, di mana orang berpuasa tidak hanya meninggalkan makan, minum dan hubungan intim, tetapi dia juga meninggalkan dari perbuatan buruknya sehingga dia berpuasa dari kemungkaran, berpuasa dari kemaksiatan.

Ketiga, Al Ghazali menyebutnya dengan khowasul khowas, puasa yang sangat istimewa. “Puasa ini adalah tidak makan, tidak minum, tidak hubungan suami dan istri, meninggalkan kemaksiatan, meninggalkan kemungkaran, dan secara bersamaan dia tidak mengharap kecuali dari ridha Allah SWT,” ucapnya.

Tingkatan paling tinggi inilah tingkatan yang diharapkan dari puasa kita sehingga pada saat menyelesaikan ibadah puasa kembali pada kefitrahan kita. Karena kita lepas dari mungkar, kita lepas dari maksiat dan kita kembali kepada kefitrahan kita yang suci dan bersih kepada Allah SWT.

“Mudah-mudahan puasa kita diterima oleh Allah SWT dan bisa melaksanakan ibadah puasa khowasul khowas,” harapnya.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini