Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ngabuburit dengan Nonton Drama Korea Berjam-jam, Boleh atau Tidak?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Rabu, 15 Mei 2019 |16:38 WIB
Ngabuburit dengan Nonton Drama Korea Berjam-jam, Boleh atau Tidak?
Hukum ngabuburit nonton drama Korea (Foto: Ponds)
A
A
A

DEMI membuang waktu menunggu adzan maghrib berkumandang, biasanya orang-orang akan 'ngabuburit'. Ada yang dengan tadarus, masak persiapan buka puasa, atau juga tidur-tiduran sambil main hp, ada juga kelompok masyarakat yang ngabuburit dengan nonton drama Korea.

Dengan durasi yang biasanya cukup panjang, cara ini dianggap mengasyikan. Nunggu maghrib jadi nggak begitu terasa. Tapi, tahukah Anda apa hukum ngabuburit dengan nonton drama Korea ini? Terlebih kita tahu kalau di dalam scene-nya kadang ada adegan ciuman yang penonton pun tak tahu kapan akan munculnya jadi tidak bisa dihidari.

Menjawab pertanyaan ini, Ketua Pusat Dakwah Al Mahabbah Ustadz Khairi Fuady menjelaskan, agama Islam tidak pernah melarang umatnya untuk menunggu waktu bedug (maghrib) dengan menonton film, termasuk di dalamnya drama Korea.

"Generasi ini butuh nonton film. Kadang anak itu dipenuhi dengan hal berat, misalnya selalu belajar. Hal ini membuat kepekaan mati. Anak kecil atau orang dewasa itu kalau tidak dijejali sentuhan baca novel, nonton film, atau baca sastra batinnya bisa kering. Gimana orang mengerti indahnya tangisan kalau nggak nonton film Korea," terangnya pada Okezone di Kantor Okezone, Senin (13/5/2019).

(Ilustrasi nonton drama Korea/Shutterstock)

Jika kita melihat ini secara lebih luas, setiap fil itu mengandung nilai yang berbeda. Ada beberapa memang yang lebih mengedepankan sisi negatif, tapi tak sedikit film yang mengandung nilai positif.

Bahwa di dalam film itu ada adegan ciumannya, ini menjadi tanggung jawab orang dewasa. Dia sadar kalau film yang dia tonton itu memang ditujukan misalnya untuk 17 tahun ke atas. Maka dari itu, peran orangtua, sambung Ustadz Khairi, sangat penting di sini.

"Orangtua menjadi pengontrol, orangtua mesti mereduksi hal-hal negatif ini tanpa harus melarang anaknya menonton film," tegasnya.

Nah, jika melihat sisi masalah ini dari nilai hukum agama, tentu ketika seorang Muslim melihat adegan yang tidak terpuji, dia akan dosa. Namun, Ustadz Khairi tidak kemudian mengharamkan ngabuburit dengan nonton film Korea.

Dia coba menyarankan jika Anda memang ingin ngabuburit dengan nonton film, usahakan untuk memilih film atau serial yang tidak ada adegan mesumnya. "Bagaimana pun, ada baiknya kita di bulan Ramadan ini memperbanyak amal ibadah supaya pahala puasa kita semakin bertambah," tuturnya.

Sementara itu, Ustadz M Najmi Fathoni punya jawaban lain mengenai masalah ini. Baginya, ketika Anda ngabuburit dan nonton drama Korea yang ada adegan ciumannya, itu hukumnya mubah mengarah ke dosa.

(Dinno Baskoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement