Sepotong Islam di Negeri Kasino

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 16 Mei 2019 17:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 16 615 2056590 sepotong-islam-di-negeri-kasino-ErWvHqEP7J.jpg Suasana Kasino di Macau

Selama hampir seminggu di sini, saya belum melihat orang bertengkar atau bersuara keras. Semuanya sibuk dengan urusannya, sehingga tidak ada waktu untuk kepoin orang lain.

Kota ini 24 jam dalam seminggu hidup, tak pernah mati. City that never sleeps. Saya boleh keluar kapan saja, tanpa takut direcokin atau tindak pidana (kriminal) yang lain. Saya tiap hari keluar jam 23:00 dan pulang jam 01:00 dini hari. Pernah jalan jam 3-an pagi. Seperti tidak ada bedanya antara malam dan siang. Selalu ramai. Ramai tapi senyap, senyap tapi ramai. Yang terpenting adalah rasa aman dan nyaman. 

Kabar baiknya lagi, mereka membolehkan para pekerja migran (baca: PMI) untuk tinggal di luar, tidak ikut bos. Mereka boleh kost di luar, sehingga lebih bebas, tidak merasa terpenjara. Pada saat yang sama para PMI kita dapat mengekspresikan nilai-nilai kepercayaan dan nilai-nilai keindonesiaannya dengan leluasa. Mulai dari cara berpakaian sampai menjalankan ibadah.

Kelonggaran seperti inilah yang membuat mereka lebih betah ketimbang PMI di tempat lain. Tapi suasana seperti ini, jika tidak disikapi dengan arif, justru akan menjadikan PMI terlena, terjebak di zona nyaman. Hidup dalam mimpi, bak hidup di negeri dongeng. Tanpa target waktu. Mereka lupa pulang.

Lupa bahwa mereka harus berkiprah di tanah air, menularkan pengalaman baiknya pada tetangga dan masyarakatnya. Kapan harus membina rumah tangga, kumpul keluarga besar. Yang lebih penting lagi adalah menjalankan fungsi utama mereka sebagai 'madrasah pertama' bagi anak-anaknya sendiri? Hidup bukan hanya tentang "me", but how about "us"?

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya