nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NU dan Muhammadiyah Putuskan Idul Fitri Rabu 5 Juni 2019

Mohammad Saifulloh, Jurnalis · Senin 03 Juni 2019 18:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 03 614 2063462 nu-dan-muhammadiyah-putuskan-idul-fitri-rabu-5-juni-2019-z7f23mPupZ.jpg Rukyatul Hilal Idul Fitri 1440 H

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah secara resmi mengumumkan Idul Fitri 1440 H jatuh pada Rabu 5 Juni 2019.

PBNU mengambil keputusan Idul Fitri 1440 H jatuh pada Rabu 6 Juni 2019 setelah dilakukan rukyatul hilal bil fi’li di beberapa lokasi dan hasilnya menunjukkan hilal belum terlihat.

“Dengan demikian umur bulan Ramadan 1440 H adalah 30 hari (istikmal). Atas dasar istikmal tersebut dan sesuai dengan pendapat al madzahibul Arba'ah maka dengan ini PBNU memberitahukan bahwa awal bulan syawal 1440 H jatuh pada Rabu 5 Juni 2019,” demikian bunyi surat pengumuman tertulis dari PBNU yang ditandatangani Pejabat Rais Aam PBNU KH Miftachul Ahyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU Dr KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU Ir H A Helmy Faishal Zaini.

Dalam selebaran yang sama, PBNU juga mengimbau kepada warga NU dan umat Islam pada umumnya agar menyempurnakan ibadah puasa 30 hari dan berhari raya pada Rabu 5 Juni. “Kami sampaikan selamat merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1440 H dengan penuh suka cita. Mohon maaf lahir batin,” ujarnya.

Keputusan PBNU ini selaras dengan keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang telah telah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada 5 Juni 2019. Hal itu berdasarkan Maklumat bernomor 01/MLM/1.0/E/2019 tentang Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1440 H, yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Sekretaris Jenderal, Agung Danarto.

Sementara itu ahli astronomi Tim Falakiyah Kemenag Cecep Nurwendaya saat memaparkan data posisi hilal pada Sidang Isbat Awal Syawal 1440 H, menegaskan hilal tidak terlihat di seluruh wilayah Indonesia. “Semua wilayah Indonesia memiliki ketinggian hilal negatif. Hilal terbenam terlebih dahulu dibanding matahari,” terang Cecep, dikutip dari situs Kemenag, Senin (3/6/2019). 

Dijelaskan dari sisi metodologi hisab, awal Syawal 1440 H jatuh pada Rabu 6 Juni 2019. Dari referensi ini kemudian dilakukan rukyatul hilal sebagai observasi astronomis dengan dasar kriteria imkanurrukyat yang disepakati MABIMS minimal dua derajat atau umur bulan minimal delapan jam. 

Setelah dilakukan rukyatulhilal, karena ketinggian hilal di bawah dua derajat bahkan minus, maka tidak ada referensi pelaporan hilal jika hilal awal Syawal teramati di wilayah Indonesia. “Dari referensi yang ada, maka tidak ada referensi apapun bahwa hilal Syawal 1440H pada Senin ini teramati di seluruh Indonesia,” ujar Cecep.

1
2

Berita Terkait

Idul Fitri

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini