nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bolehkah Menggabungkan Bayar Utang Puasa Ramadan dengan Puasa Syawal?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 10 Juni 2019 11:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 10 616 2064896 bolehkah-menggabungkan-bayar-utang-puasa-ramadan-dengan-puasa-syawal-ESBFc9IGmV.JPG Puasa Syawal tidak boleh digabungkan dengan bayar utang puasa Ramadan (Foto : Islamcity)

Beberapa orang memilih melanjutkan puasa seusai Ramadan di bulan Syawal. Selain karena untuk mendapatkan ridho Allah, puasa Syawal juga dilakukan agar tubuh tetap terjaga kesehatannya.

Namun, bagaimana dengan mereka yang punya utang puasa Ramadan dan tetap ingin melakukan puasa Syawal? Apakah boleh kemudian kedua niat ini digabungkan?

Menjawab pertanyaan tersebut, Okezone coba bertanya pada Ustadz Fauzan Amin dan berikut paparannya.

alquran suci

Menurut dia, puasa Syawal sangat disunahkan. Hanya, bagi Anda yang memiliki utang puasa Ramadan, dianjurkan untuk meng-qadha segera utang puasanya terlebih dahulu. "Setelah utang puasa Ramadannya terbayar, maka dia boleh melanjutkannya dengan puasa sunah Syawal," papar Ustadz Fauzan melalui pesan singkat, Sabtu (1/6/2019).

Hal ini juga sejalan dengan pernyataan di dalam kitab Mughnil Muhtaj, juz I, hal 654;

ولو صام في شوال قضاء أو نذرا أو غير ذلك ، هل تحصل له السنة أو لا ؟ لم أر من ذكره ، والظاهر الحصول. لكن لا يحصل له هذا الثواب المذكور خصوصا من فاته رمضان وصام عنه شوالا ؛ لأنه لم يصدق عليه المعنى المتقدم ، ولذلك قال بعضهم : يستحب له في هذه الحالة أن يصوم ستا من ذي القعدة لأنه يستحب قضاء الصوم الراتب ا هـ

"Kalau seseorang meng-qadha puasa, berpuasa nadzar, atau berpuasa lain di bulan Syawal, apakah mendapat keutamaan sunah puasa Syawal? Saya tidak melihat seorang ulama berpendapat demikian, tetapi secara zahir, dapat. Tetapi memang dia tidak mendapatkan pahala yang dimaksud dalam hadits khususnya orang luput puasa Ramadhan dan meng-qadhanya di bulan Syawal karena puasanya tidak memenuhi kriteria yang dimaksud. Karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa dalam kondisi seperti itu dia dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Dzul qa’dah sebagai qadha puasa Syawal."

Lebih lanjut, menurut pandangan al-Hafidz Ibnu Hajar, meniatkan puasa Syawal dan qadha puasa Ramadan sekaligus adalah tidak boleh. Sebab, puasa syawal adalah satu bentuk ibadah tersendiri yang hukumnya sunnah.

"Sedangkan, untuk qadha puasa Ramadan adalah ibadah tersendiri yang hukumnya wajib," tegasnya.

Jadi, dapat disimpulkan, menggabungkan niat membayar puasa Ramadan dengan puasa Syawal itu tidak diperbolehkan. Karena puasa Ramadan dan Syawal memiliki nilai yang berbeda di mata Allah SWT.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini