nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Rintihan Rindu Pohon Kurma pada Nabi Muhammad SAW

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 15:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 614 2065278 kisah-rintihan-rindu-pohon-kurma-pada-nabi-muhammad-saw-J1B1JhOoIB.jpg Kisah Nabi Muhammad SAW dan Pohon Kurma (Foto: Pixabay)

 NABI Muhammad SAW . Kekasih Allah SWT ini adalah sosok yang paling diutamakan dan menjadi panutan bagi semua Muslim. Rasulullah telah wafat puluhan tahun lalu dan sebagai umatnya, rindukah Anda pada-Nya?

Seberapa merindunya Anda pada beliau? Mungkin pertanyaan ini bisa jadi refleksi diri untuk kita semua. Jika perasaan itu belum muncul, maka masih ada banyak waktu untuk merasakannya. Sebab, bagaimana pun mereka yang menyayangi dan merindukan Nabi Muhammad SAW adalah umat yang tahu betapa luar biasanya Rasul.

Ustadz Mahfud Said punya kisah menarik terkait ciptaan Allah SWT yang merindu Rasulullah. Kisah ini juga bisa jadi pelajaran sekaligus penyentil diri kita sendiri agar selalu ingat Nabi. Pada Okezone, Ustadz Mahfud Said mengisahkannya sebagai berikut;

Suatu hari di Madinah, Nabi Muhammad SAW diketahui tengah membuat masjid yang sebenarnya adalah tanah lapang yang di kelilingi tembok, beralaskan pasir, dan beratapkan langit. Di situ juga terdapat kebun kurma dan setiap Nabi SAW memberikan kajian atau khutbah kepada para sahabat, dia selalu bersandar di pohon kurma di bagian sebelah kanan, yang sekarang kita kenal dengan mihrab Nabi.

Semakin hari jamaah dan sahabat Rasul terus bertambah begitu juga bangunan masjid yang semakin terlihat bentuknya. Hal ini kemudian membuat para sahabat dan jamaah semakin tak bisa melihat wajah Rasulullah.

Di sisi lain, para sahabat juga melihat Nabi semakin kelelahan karena beliau berdiri lama. Karena itu, para sahabat mengusulkan untuk membuat mimbar, sehingga Nabi bisa beristirahat dan duduk pada saat menyampaikan khutbahnya. Dengan posisi Nabi yang tinggi, semua sahabat pun akhirnya bisa melihat Nabi Muhammad SAW, dan beliau menyetujuinya.

Pada hari Jum'at, mimbar sudah selesai dan siap digunakan Nabi SAW. Seperti biasa beliau keluar dari kamar dan menuju mimbar dengan melewati pohon kurma yang biasa dia jadikan tempat bersandar sambil memberikan khutbahnya.

Namun, hal janggal terjadi. Ketika beliau mulai menaiki mimbar untuk berkhutbah, tiba-tiba banyak sahabat yang mendengar rintihan dengan tangisan yang menyayat hati dan juga sangat memelas. Tangisan itu mengguncangkan tanah yang menjadi alas masjid, debu debu di tembok pun berjatuhan, dan anehnya tangisan itu semakin lama semakin keras, sehingga para sahabat pun ikut menangis, tanpa tahu asal tangisan berasal dari mana.

Akhirnya Nabi SAW pun turun dari mimbar, kemudian beliau mendekati pohon kurma yang biasa beliau sandari pada saat khutbah. Kemudian beliau meletakkan tangannya yang mulia ke batang pohon kurma tersebut dan mengusapnya. Setelah itu beliau memeluk pohon kurma tersebut, perlahan-lahan tangisan mereda dan kemudian tenang kembali.

Di lain sisi, banyak sahabat yang mendengar Nabi berbicara kepada pohon kurma tersebut;

"Maukah kamu aku pindahkan ke kebun kurma semula, sehingga bisa berbuah dan memberikan makanan bagi orang-orang yang beriman? atau aku pindahkan ke surga, setiap akarmu meminum air dari minuman surga, lalu para penghuni surga menikmati buah kurmamu?"

Dan ternyata pohon kurma tersebut memilih pilihan kedua, kemudian Nabi bersabda: af'al Insha Allah sebanyak 3 kali. Kemudian Nabi bersabda kembali; "Demi Allah, yang jiwaku ada di tangan-Nya, kalau tidak aku tenangkan dia, dia akan terus merintih sampai hari kiamat karena kerinduannya kepada Rasulullah SAW."

"MashaAllah, sebatang pohon kurma sampai menangis karena rindu dengan Nabi dan menangis dengan menggetarkan sekelilingnya, karena Nabi tidak menjadikannya tempat bersandar lagi pada saat khutbah. Bagaimana dengan kita, pastilah kita lebih merindu kepada Nabi Muhammad SAW dan tentunya kita lebih pantas merindukannya," kata Ustadz Mahfud Said.

Dia menambahkan, bahkan Imam Syafi'i RA pernah menyampaikan pesan; tidak pernah ada Nabi yang diberi anugerah Allah seperti yang di berikan kepada Nabi Muhammad SAW, karena sebatang pohon kurma saja sampai menangis karena kerinduannya kepada Rasulullah.

WaAllohu a'lam bishowab wal khoto'

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini