nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Masyithah Tukang Sisir Anak Firaun Dipanggang karena Percaya Adanya Allah, Kuburannya Harum

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 09:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 614 2067220 kisah-masyithah-tukang-sisir-anak-firaun-dipanggang-karena-percaya-adanya-allah-kuburannya-harum-2cSLkYhEa9.jpg Ilustrasi kisah Masyithah tukang sisir anak Firaun (Foto : iodp)

Firaun dikenal sebagai penguasa Mesir kuno yang amat kejam. Jika ada orang di sekitarnya yang melenceng dengan kepercayaan, tak pikir panjang dia menghabisi nyawa dengan cara tak wajar.

Misalnya saja kisah Masyithah yang dipanggang oleh Firaun gara-gara ketahuan mengakui adanya Tuhan selain Firaun. Masyithah merupakan penyisir rambut Firaun dan keluarganya.

Pada zaman itu, banyak perempuan yang taat kepada Allah SWT, sampai akhirnya mendapat ujian berat. Seperti Masyithah yang diuji oleh Allah SWT, dengan cara sisirnya dijatuhkan.

Dikutip Okezone dari Instagram @sejarah.islam.id, Senin (17/6/2019), pada malam saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan perjalanan isra’ ditemani oleh Jibril, beliau mencium aroma yang wangi.

Kisah Firaun

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Wahai Jibril , aroma wangi apa ini?”

Jibril menjawab, “Ini adalah aroma Masyithah, penyisir rambut keluarga Firaun beserta anak-anaknya.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Bagaimana ceritanya?”

Kemudian Jibril mengisahkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada suatu hari, tatkala Masyithah sedang menyisir rambut putri Firaun, tiba-tiba sisirnya jatuh dari tangannya.

Dengan seketika dia berkata, “Bismillah (dengan nama Allah).”

Sang Putri bertanya, “Ayahanda?”

“Tidak,” jawabanya. “Tetapi Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”

Putri berkata, “Saya akan laporkan kepada ayahanda.”

Dia menyahut, “Silakan.”

Firaun lantas memanggilnya seraya bertanya, “Wahai fulanah, apakah ada Tuhan selian diriku?”

Jawabnya, “Ya, Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”

Mendengar jawaban itu, Firaun menjadi berang. Dia langsung memerintahkan anak buahnya agar memanaskan patung sapi hingga meleleh. Lalu menyuruh agar tukang sisir itu beserta anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya.

Sebelum dilempar ke dalam api, Masyithah berkata, “Sebelum saya meninggal, saya memohon kepadamu satu permohonan.”

“Apa permohonanmu?” tanya Firaun.

Dia menjawab, “Saya mohon agar tuan nanti mengumpulkan tulangku dan tulang anak-anakku dalam satu kafan, lalu tuan kuburkan kami.”

Firaun berkata, “Itu adalah hal yang sangat mudah.”

Akhirnya, anak-anaknya dilemparkan satu persatu di hadapannya hingga tiba giliran anak bayi yang masih disusuinya.

Seakan-akan sang ibu terlambat disebabkan rasa iba terhadap bayinya. Seketika itu bayinya dapat berbicara, ‘Wahai Ibu, masuklah! Sesungguhnya siksaan di dunia lebih ringan daripada siksa akhirat.”

Sebelumnya, Ibnu Abbas berkata, “Ada empat bayi yang dapat berbicara, yaitiu Isa bin Maryam, Shahib Juraij, saksi Yusuf, dan anak Masyithah (tukang sisir) Firaun.”

Kisah Firaun memanggang Masyithah ini sangat masyhur. Diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-Nya (1/309), at-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir (11/450), dan al-Bazzar sebagaimana dalam Kasyful Astar (1/37). Seluruhnya dari jalan Hammad bin Salamah, dari Atha’ bin Saib, dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini