nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Para Penjelajah Muslim Temukan Amerika Sebelum Columbus

Annisa Aprilia Nilam Sari, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 16:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 22 615 2069662 para-penjelajah-muslim-temukan-amerika-sebelum-columbus-XmZnlX8Pxw.jpg Penjelajah Muslim menyeberangi Atlantik (Foto: Face2Face Africa)

Puisi tua yang diketahui sebagian besar pelajar Amerika berbunyi, “Pada 1492, Columbus mengarungi samudra biru…” Memang, pada tahun 1492, Christopher Columbus melintasi Atlantik atas nama Spanyol. Ia mendarat di bagian Karibia di Amerika Utara seperti dilansir About Islam, Sabtu (22/6/2019).

Selama ratusan tahun, diketahui bahwa Columbus adalah penjelajah pertama yang berani berlayar melintasi lautan dan menemukan benua Amerika. Namun, teori ini tidak lagi berlaku untuk zaman modern.

peta

(Foto: About Islam)

Sejatinya orang pertama yang benar-benar menemukan Amerika adalah nenek moyang penduduk asli Amerika, yang mungkin menyeberang ke Amerika Utara melalui Rusia dan Alaska sekitar 12.000 tahun yang lalu.

Diskusi tentang penemuan Amerika oleh orang Eropa, Afrika, atau Asia merupakan penghinaan terhadap sejarah masyarakat adatnya. Konon, jiwa-jiwa pemberani pertama yang menyeberangi Samudra Atlantik dengan kapal penting untuk diketahui, dan teori Columbus tidak sesuai dengan kisah mereka.

 Sementara pengetahuan umum tentang Columbus adalah ia hidup di masa di mana setiap orang menganggap dunia datar. Ini jelas bukan masalahnya. Sarjana Yunani kuno seperti Aristoteles dan Pythagoras percaya bahwa bumi itu sebenarnya bulat.

 Selama Zaman Keemasan Muslim mulailah perdebatan soal bentuk bumi. Pada awal 800-an, Khalifah Abbasiyah al Ma'mun mengumpulkan pemikir-pemikir paling cemerlang saat itu termasuk Al Khawarizmi di Baghdad, Irak yang menghitung keliling bumi dan hanya tahu 4% dari ukuran sebenarnya.

Mengetahui bumi itu bulat, beberapa penjelajah Muslim pemberani berusaha berkeliling dunia. Mereka melakukan ini ratusan tahun sebelum Columbus melakukannya.

Penjelajah Muslim

Sejarawan dan ahli geografi Muslim yang hebat, Abu Al Hasan Al Masudi menulis pada tahun 956 tentang pelayaran pada tahun 889 dari Al Andalus (Muslim Spanyol) yang berlayar selama berbulan-bulan ke barat. Mereka akhirnya menemukan daratan besar di seberang lautan tempat mereka berdagang dengan penduduk asli, dan kemudian kembali ke Eropa.

Al Masudi mencatat tanah ini di seberang lautan di petanya yang terkenal dan menyebutnya sebagai 'tanah yang tidak dikenal' yang sebenarnya dalah Amerika.

Penjelajah Muslim lainnya yang pergi ke Amerika dalah Ibn Farrukh dari Granada. Ia melakukan perjalanan ke Amerika pada 999.

Pakar Geografi Al Idrisi, yang bekerja di Sisilia pada Raja Roger II, menulis tentang sekelompok Muslim yang berlayar ke barat dari Lisbon selama 31 hari dan mendarat di sebuah pulau di Karibia.

Mereka ditahan oleh penduduk asli Amerika di pulau itu selama beberapa hari. Akhirnya, mereka dibebaskan ketika seorang penerjemah yang tinggal di antara penduduk asli yang berbicara bahasa Arab mengatur pembebasan mereka.

Mereka akhirnya berlayar kembali ke Al Andalus dan menceritakan kisah mereka. Bagian penting dari kisah ini adalah keberadaan penutur bahasa Arab di antara penduduk asli, yang menunjukkan bahwa pasti ada lebih banyak kontak yang tidak tercatat antara dunia Arab dan Amerika.

Ada bagian lain dari dunia Muslim yang melakukan kontak dengan Amerika sebelum Columbus. Di Afrika Barat pada 1300-an, ada kekaisaran yang kuat dan sangat kaya yang disebut Mali.

Pemimpin paling terkenal dari kekaisaran ini adalah Mansa (raja) Musa. Peristiwa paling berkesan dari pemerintahannya adalah perjalanan haji epiknya pada tahun 1324.

Karavan lebih dari 60.000 orang membuat kesan ke mana pun mereka pergi, termasuk Mesir, di mana Mansa Musa menceritakan kisah bagaimana ia berkuasa. Saudaranya, Abu Bakar adalah Mansa sebelum dia.

Selama masa pemerintahannya, Abu Bakar mengirim armada 400 kapal untuk menjelajahi Samudra Atlantik.Hanya satu kapal yang kembali, yang melaporkan bahwa mereka menemukan daratan di seberang lautan.

Mansa Abu Bakar kemudian melengkapi armada 2.000 kapal, yang berlayar menuju ke barat. Namun mereka tidak pernah terdengar lagi.

Sementara tidak ada catatan di Mali tentang hasil pelayaran itu, ada bukti kedatangan mereka di Amerika. Ada banyak situs arkeologi di Amerika Utara dan Selatan yang membuktikan keberadaan Mali itu. (MTA)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini