nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pentingnya Peran Digital dalam Penyaluran Zakat Fitrah

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 26 Juni 2019 20:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 26 614 2071312 pentingnya-peran-digital-dalam-salurkan-zakat-fitrah-B72Fodffcq.jpg Pentingnya peran digital untuk membagi zakat (Foto: Pixabay)

Berkembangnya dunia digital juga menjadi fenomena tersendiri dalam menyalurkan zakat fitrah kepada kaum dhuafa. Pembagian zakat terus mengalami peningkatan seiring bermunculannya fitur-fitur terbaru berteknologi canggih. Alhasil, masyarakat semakin mudah untuk menyalurkan zakatnya.

Contohnya pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H, ada yang berbeda dari pembagian zakat oleh Dompet Dhuafa. Selain dengan channel tradisional, tahun ini zakat juga dibagikan secara digital kepada kaum dhuafa.

 Jumpa Pers Dompet Dhuafa

 (Foto: Dimas/Okezone)

“Pengalaman sebelumnya bekerja di bidang development, rasanya sulitnya membagikan bantuan kepada masyarakat di pedalaman yang belum terlayani perbankan, harus membawa uang tunai sampai miliaran rupiah, memasukkan uang kedalam amplop satu per satu, Terbayang risiko keamanan serta kelelahan fisik yang harus dijalani,” terang pendiri DuitHape, Sara Dhewanto dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).

Oleh karena itu, DuitHape memutuskan untuk membuat solusi pembayaran bagi masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Dari data yang ia beberkan, 76 persen masyarakat Indonesia berusia lanjut diklaim tidak memiliki rekening bank. Hal tersebut dinilai menjadi salah satu akar masalah yang memicu timbulnya ketimpangan ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa, Yuli Pujihardi mengatakan, perkembangan digital yang sangat pesat juga memengaruhi perolehan zakat yang diterima oleh Dompet Dhuafa tahun ini. Jumlahnya bahkan mencapai Rp 96 miliar.

Peran aktif masyarakat dalam perputaran laju ekonomi dan menumbuhkan terobosan baru di ruang teknologi digital pun dinilai sudah sangat masif, terstruktur, dan akurat. Dengan demikian, ke depannya diharapkan tidak hanya zakat fitrah saja yang bisa ditebar atau diberikan secara digital, tetapi juga bisa menebar kurban.

“Zaman dahulu amil zakat dan siapa pun yang membagikan harus menyiapkan ribuan paket sembako, mengumpulkan dhuafa di lapangan atau masjid dan membagikan satu-persatu. Sementara kaum dhuafa harus berjalan jauh, menyisihkan ongkos, kemudian berjubel berebutan. Keadaan sering kacau dan kadang malah memakan korban. Sekarang semuanya berubah. Kami bisa menyalurkan zakat secara aktif, dan melakukan pendataan dengan baik,” ungkap Yuli.

Pembagian zakat secara digital ini juga diklaim telah mensejahterakan warung yang menjadi tempat penukaran. Warung-warung yang bekerja sama dengan DuitHape mendapatkan pemasukan jutaan dari penukaran zakat hanya dalam beberapa hari sejak Lebaran.

“Dengan cara inovatif ini, pembagian zakat, subsidi atau donasi apapun akan sangat mudah bagi pemberi donasi. Hal yang paling penting memberikan kemudahan serta manfaat bagi penerima, sambil turut mengembangkan perekonomian lokal melalui pengusaha kecil yang turut berpartisipasi,” tukas Sara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini