Kerajaan Latin yang dibentuk pada tahun berikutnya berlangsung sampai Shalahuddinn menghancurkan pasukan Raja Guy di Tanduk Hettin pada tahun 1187 dan tak lama setelah Yerusalem pulih.
Berbeda sekali dengan Perang Salib 88 tahun sebelumnya, Shalahuddin yang menganut ajaran Islam, tidak membantai penduduk Kristen kota itu. Tindakan mulia Shalahuddin membuatnya dihormati oleh lawan-lawannya dan banyak lagi orang di seluruh dunia.
Bahkan Raja Richard I dari Inggris, yang lebih dikenal sebagai Richard The Lion Heart, yang memimpin Perang Salib Ketiga pada tahun 1189 untuk merebut Kota Yerusalem menghormati Shalahuddin.
Meskipun Tentara Salib gagal untuk meraih tujuan mereka, namun Raja Richard I menilai Shalahuddin sebagai lawan yang berharga. Kedermawanan dan rasa hormat Shalahuddin Al- Ayyubi dalam menegosiasikan perjanjian damai yang mengakhiri Perang Salib membuatnya mendapatkan kekaguman dan rasa terima kasih yang abadi dari dunia Kristen.
Hingga saat ini nama besar Shalahuddin Al-Ayyubi masih kita dengar. Kebaikan hatinya, kejujurannya, keberaniannya selalu melekat di hati umat Islam di seluruh dunia. (DRM)
(Muhammad Saifullah )