Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Barbarossa Si Penguasa Lautan, Penjaga Kekaisaran Ottoman Turki

Ayu Dita Rahmadhani , Jurnalis-Senin, 01 Juli 2019 |12:37 WIB
Barbarossa Si Penguasa Lautan, Penjaga Kekaisaran Ottoman Turki
Salah satu pertempuran Barbarossa di lautan (Foto: ThoughtCo)
A
A
A

Khairuddin Barbarossa merupakan bajak laut bagi musuh-musuh Kekaisaran Ottoman Turki. Namun sesungguhnya ia adalah mujahid bagi dunia Muslim.

Bagi kalian yang pernah menonton film Pirates of Carribean, pasti kalian pernah mendengar tokoh bajak laut terbesar yang paling ditakuti orang Eropa pada abad pertengahan. Ia adalah Barbarossa si Janggut Merah, penjaga lautan Kekaisaran Ottoman Turki.

 Barbarossa

(Foto: Turizm Harbeleri)

Ia sejatinya seorang Muslim dan mujahid Islam. Ia bukanlah tokoh fiktif belaka. Dia adalah Muslim pemberani penjaga lautan Kekaisaran Muslim Ottoman Turki.

Barbarossa sendiri memiliki arti janggut merah. Di dunia ini, ada tiga orang besar yang terkenal dengan janggut merahnya, yaitu kaisar Frederick I Romawi dan kakak beradik Aruj dan Khairuddin dari Turki.

Dilansir dari ThoughtCo, Jumat (28/6/2019), Khairuddin Barbarossa merupakan seorang pemilik dan pemimpin kapal perang pribadi sekaligus laksamana Kekaisaran Ottoman Turki yang mendominasi Mediterania selama beberapa dekade.

Barbarossa lahir sekitar tahun 1470-an atau awal 1480-an di Desa Palaiokipos, di Pulau Midili, Yunani yang berada di bawah Kekaisaran Ottoman Turki.

Ayahnya, Yakup yang merupakan tukang tembikar, membeli sebuah perahu untuk membantunya menjual barang-barangnya di seluruh pulau dan sekitarnya. Dari sana, Barbarossa dan saudara-saudaranya mulai belajar berlayar.

Antara 1504-1510, Aruj, kakak laki-laki Barbarossa, menggunakan armada kapalnya untuk mengangkut pengungsi Muslim Moor dari Spanyol ke Afrika Utara setelah jatuhnya Granada.

Pada 1516, Barbarossa dan Aruj memimpin invasi laut dan darat ke Aljazair yang saat itu berada di bawah dominasi Spanyol. Dengan bantuan dari Kekaisaran Ottoman Turki, dua bersaudara tersebut berhasil mengalahkan dan mengusir Spanyol dari kota-kota di Aljazair.

Aruj mengambil alih kekuasaan sebagai Sultan Aljazair dan menerima tawaran dari Sultan Ottoman Selim I untuk menjadikan Aljazair sebagai bagian dari Kekaisaran Ottoman. Namun, Spanyol membunuh Aruj pada 1518 pada saat penangkapan Tlemcen. Barbarossa pun mengambil alih status Aljazair.

Pada 1520, Sultan Selim I meninggal dan Sultan Sulaiman mengambil alih kekuasaan Ottoman. Dia dikenal dengan sebutan Sultan Sulaiman 'The Magnificent' oleh orang Eropa. Pada kesempatan itu, Barbarossa menawari Sultan Sulaiman untuk menggunakan armada bajak lautnya melindungi Kekaisaran Ottoman Turki di wilayah laut.

Pada tahun 1522, kapal-kapal Barbarossa membantu penaklukan Ottoman Turki di Pulau Rhodes. Pada musim gugur 1529, Barbarossa membantu 70.000 orang Muslim Moor melarikan diri dari Andalusia, Spanyol Selatan, yang berada dalam cengkeraman Spanyol.

Sepanjang tahun 1530-an, Barbarossa terus membantu Kekaisaran Ottoman Turki melakukan berbagai perluasan kekuasaan. Barbarossa meninggal pada 1546. Dia dimakamkan di sisi Eropa Selat Bosporus.

Barbarossa meninggalkan angkatan laut Kekaisaran Ottoman yang besar. Bahkan angkatan laut yang ditinggalkannya terus mendukung kekuatan besar kekaisaran Muslim Ottoman selama berabad-abad selanjutnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement