SURABAYA – Nenek berusia 64 tahun yang sehari-harinya berjualan kacang asal Kota Probolinggo, Jawa Timur, bernama Sunak Mutiha Djumakah akhirnya berkesempatan menunaikan ibadah haji sekaligus mewujudkan impiannya sejak dulu.
"Alhamdulillah, alhamdulillah. Semoga di sana sehat dan menjalankan ibadah dengan baik," ujar Nenek Sunak ketika ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa 9 Juli 2019, sebagaimana dikutip dari Antaranews.
Baca juga: Kisah Sama bin Japa Jadi Tukang Batu hingga Kuli di Malaysia demi Berhaji
Warga Jalan Cokroaminoto tersebut berjualan kacang setelah suaminya meninggal dunia 14 tahun lalu. Ia bahkan tak menyangka bisa menunaikan ibadah haji karena pernah dagangannya tidak laku saat awal-awal berjualan dahulu.
Nenek Sunak yang kini dikaruniai dua cucu dari anak semata wayangnya kemudian belajar kepada seseorang temannya cara membumbui kacang agar laku dijual.

"Saya beli kacang 1 kilogram, lalu saya kupasi kulitnya, kemudian diberi bumbu, dikemas pakai plastik, dan saya jual Rp400 dengan dititipkan ke warung-warung kopi sekitar rumah. Warung-warung yang saya titipi menjualnya Rp500," cerita dia.
Penghasilan Nenek Sunak per hari sekira Rp20 ribu. Lalu dikelola untuk membeli bahan jualan keesokan harinya dan sisanya ditabung.
Baca juga: Cerita Petugas Haji 13 Tahun Tinggalkan Keluarga demi Melayani Tamu Allah
Sekira 10 tahun lalu, kata Nenek Sunak, ketika tabungannya mencapai Rp1 juta, kemudian langsung mendaftar ibadah haji.
"Saya tidak tahu cara daftarnya. Ada seorang teman yang mengantarkan mendaftar ke BRI. Anak saya sendiri semula tidak tahu kalau mendaftar haji," ungkapnya.