Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Makna Walimatus Safar Sebelum ke Tanah Suci

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Rabu, 10 Juli 2019 |08:36 WIB
Mengenal Makna Walimatus Safar Sebelum ke Tanah Suci
Mengenali makna walimatus safar sebelum ke tanah suci (Foto: Nu Online)
A
A
A

KETIKA seseorang ingin menunaikan ibadah haji, tentu kita sering mendengar istilah walimatus safar. Walimatus safar sendiri merupakan acara yang diadakan sebelum dan melakukan perjalanan yang jauh, misalnya ke Tanah Suci.

Secara bahasa, safar memiliki arti bepergian atau perjalanan. Jadi secara filosofis walimatus safar adalah acara syukuran sekaligus berpamitan, memohon maaf dan berdoa supaya calon jamaah haji yang hendak ke Tanah Suci ibadahnya mabrur.

Tujuan utama dari kegiatan walimatus safar tidak lain adalah untuk berdoa kepada Allah SWT. Jadi tidak ada salahnya jika seseorang meminta doa kepada Allah SWT. "Niatnya yang pertama doa, biar didoain semoga selamat, baik dalam perjalanan maupun ketika disana, dan semoga menjadi haji yang mabrur" Ujar Ustadz Ahmad Firdaus kepada okezone.

 Menunaikan ibadah haji

Untuk melaksanakan acara walimatus safar, kita cukup mengundang saudara, kerabat, dan tetangga tetangga sekitar untuk turut serta mendoakan dan didoakan. Terlebih jika memberikan jamuan makan dan disertai pengajian, hal tersebut tentu perbuatan baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

"Di iringi sedekah makan - makan, dapet besek, terus sekalian minta maaf, sama masyarakat sekitar, takut ada dosa," Sambung Ustad Ahmad Firdaus.

Perjalanan Ibadah Haji merupakan perjalanan yang suci. Maka dari itu ada baiknya jika perjalanan ke Tanah Suci didasari dengan hati yang suci pula. Hal tersebut bisa dilakukan dengan meminta maaf secara terbuka kepada saudara, kerabat dan tetangga yang hadir supaya memaafkan dari kesalahan dan perbuatannya semasa hidupnya.

Kemudian mengumumkam rencana keberangkatan. Hal tersebut bertujuan supaya saudara, tetangga dan kerabat mengetahui, sehingga dapat membantu memperhatikan dan menjaga keluarga yang ditinggalkan.

"Selain pamitan dan makan - makan, di sini kita sekalian menitipkan keluarga yang ditinggal ke Tanah Suci, misal anak - anaknya." Lanjutnya.

Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar , “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah SAW menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”. (HR. Tirmidzi no. 3443).

Walimatus safar  merupakan tradisi turun temurun yang sudah lama ada di Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Doa yang dipanjatkan agar memohon keselamatan dan keberkahan dalam melaksanakan Rukun islam yang terakhir itu.

"Jadi itu tradisi aja, orang - orang tua kita dulu buat acara itu niatnya baik, walaupun di zaman Nabi tidak ada, niatnya yang paling utama itu Berdoa" Pungkas Ustadz Ahmad Firdaus.

(Dinno Baskoro)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement