Dia bercerita, menghadapi jamaah asal Medan atau Makassar tentu berbeda dengan menghadapi jamaah asal Solo atau Surabaya. Hal itu, kata dia, membuat petugas haji harus kreatif dalam menyusun strategi agar ibadah haji jamaah tetap berjalan dengan lancar.

"Jamaah haji punya karakter masing-masing, tapi yang sangat berperan adalah petugas kloter, kalau petugas tidak punya nyali mengatur kloter tersebut, tidak punya kemampuan manager yang harus bias mengatur memetakan, itu yang sulit," jelas dia.
(Qur'anul Hidayat)