Selain itu, sistem zonasi daerah akan mempermudah mencari jamaah haji yang hilang. "Misalnya jamaah dari Cianjur yang kesasar. Dulu kalau cari sulit, butuh waktu. Setelah ketemu harus dibawa ke shelter khusus. Dengan sistem zonasi lebih mudah yang nyasar tinggal bilang saya dari Cianjur, dia langsung diantar ke zonanya," ujar Nizar.
Ia menambahkan, saat ini Kemenag telah menyiapkan tujuh zonasi di Makkah. Yang pertama zona Azizah yang ditempati embarkasi Lombok dengan kode LOP. Zona kedua Raudhah ditempati embarkasi Palembang dengan kode PLM dan Jakarta-Pondok Gede dengan kode JKG.
Baca Juga : Kemenag: Tambahan Kuota Haji untuk Jamaah Lansia
Zona ketiga Misfalah ditempati embarkasi Jakarta-Bekasi dengan kode (JKS). Zona keempat Jarwal ditempati embarkasi Solo dengan kode SOC. Zona kelima Mahbas Jin ditempati embarkasi Surabaya dengan kode SUB.