Menikah adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan untuk hidup bersama dalam rumah tangga melalui akad yang dilakukan menurut hukum syariat Islam.

Dalam agama Islam, apabila ingin menikahi perempuan ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan untuk menikahi perempuan.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Seorang perempuan dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih perempuan yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam Ihya’ Ulum Ad-Diin, Imam Al-Ghazali rahimahullah menyebutkan enam sifat wanita muslimah yang harus dijauhi :
قَالَ بَعْضُ العَرَبِ (لاَ تَنْكِحُوا مِنَ النِّسَاءِ سِتَّةٌ لاَ أَنَّانَةَ وَلاَ مَنَّانَةَ وَلاَ حَنَّانَةَ وَلاَ تَنْكِحُوْا حَدَّاقَةَ وَلاَ بَرَّاقَةَ وَلاَ شَدَّاقَةَ)
“Sebagian orang Arab berkata, janganlah menikahi enam wanita: Al-annaanah, Al-mannaanah, Al-hannanah, Al-haddaqah, Al-barroqoh, dan Asy-syaddaqah.”
1. Al-annanah
Dia adalah wanita yang suka mengeluh dan mengadu. Menikahi wanita tipe ini membuat suami sulit mencapai sakinah dalam keluarga. Sebab mengeluh tidak akan mendatangkan solusi apapun. Dia justru bisa menguras emosi suami. Sedangkan mengadu sering merusak hubungan baik dengan sesama, kerabat maupun sahabat. Apalagi jika yang suka diadukan istri adalah orangtua suami.
2. Al-mannanah
Dia adalah wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikan dan jasanya. Dia berkata, “Aku sudah melakukan ini dan itu karenamu.” Menikahi wanita tipe ini membuat seorang laki-laki terhambat menjalankan perannya sebagai pemimpin keluarga. Jika dia berbeda pendapat dengan istrinya, sang istri mengungkit kebaikan dan jasanya. Apalagi jika secara ekonomi sang suami ‘lebih rendah’ dari istrinya.
Selain itu, mengungkit kebaikan berbahaya bagi kehidupan akhirat keluarga. Setiap keluarga Muslim pasti menginginkan bisa masuk surga bersama-sama. Namun perilaku mengungkit kebaikan mengancam terhapusnya pahala kebaikan tersebut.
3. Al-hannanah
Dia adalah wanita yang suka menceritakan dan membanggakan orang pada masa lalu. Jika dia janda, dia akan membangga-banggakan mantan suaminya. Jika dia belum pernah menikah sebelumnya, mungkin dia membangga-banggakan ayahnya dan membandingkan dengan suaminya. Bahkan mungkin membangga-banggakan saudaranya atau temannya di hadapan suami. Lebih parah lagi, kalau ternyata dia pernah pacaran sebelum menikah dan membangga-banggakan pacarnya di hadapan suami. Astagfirullah!
4. Al-haddaqah
Dia adalah wanita yang keinginan belanjanya besar, mudah tertarik dengan suatu barang atau produk dan suka meminta suami membelikan. Bisa dikatakan boros dan konsumtif. Jika wanita-wanita tipe sebelumnya menguras emosi suami, wanita tipe ini menguras kantong suami.
Meskipun suaminya orang yang kaya, boros tetap tidak baik dan tidak disukai agama. Apalagi jika suaminya pas-pasan atau miskin. Betapa banyak suami yang akhirnya terperosok ke jalan haram karena permintaan istri yang berlebihan.