nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alhamdulillah, 750 Pelajar Lolos Seleksi S1 Al Azhar Mesir

Jum'at 19 Juli 2019 11:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 19 614 2080917 alhamdulillah-750-pelajar-lolos-seleksi-s1-al-azhar-mesir-zO3R1rvvzb.jpg Universitas Al Azhar di Kairo (Foto: Al Azhar)

Rupanya seleksi calon mahasiswa baru program S1 ke Timur Tengah memasuki babak akhir. Kemenag mengumumkan bahwa 750 pelajar dinyatakan lolos seleksi dan akan kuliah S1 di Al Azhar, Kairo, Mesir.

 Al Azhar

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Arskal Salim menyatakan, bahwa proses seleksi berjalan lancar. Seleksi diikuti sekitar 6.000 pelajar baik jalur beasiswa maupun non beasiswa.

“Dari sekitar 6.000 pendaftar, panitia mengumumkan sebanyak 750 pelajar dinyatakan lulus tes untuk melanjutkan kuliah ke Al Azhar Mesir. Sedangkan yang cadangan sebanyak 250 orang," ungkap Arskal dalam keterangan persnya di situs resmi Kemenag, kemarin.

Menurut Arskal, minat anak-anak Indonesia melanjutkan studi ke Timur Tengah sangat tinggi, baik ke Mesir, Maroko maupun ke Sudan. "Kuota beasiswa dari Al Azhar Kairo melalui Kementerian Agama hanya 20 orang. Namun, minat pendaftar masih tetap tinggi, meski mereka harus biaya sendiri."

Seleksi calon mahasiswa baru Timur Tengah dilakukan dua tahap. Yaitu. pertama, tes kemampuan Bahasa Arab. Kedua, tes kecakapan berbahasa Arab, tes kesehatan, hafalan Alquran, serta wawasan keislaman dan kebangsaan.

Kemenag menggandeng Pusat Bahasa UIN Sunan Ampel Surabaya dalam pelaksanaan tes Bahasa. Sebab UIN Sunan Ampel Surabaya telah menjalin kerjasama dengan Leipzig University Jerman dalam menyiapkan model tes Bahasa Arab dengan sistem online.

“Tahun ini kami meningkatkan standar kelulusan agar mereka yang belajar ke Timur Tengah mempunyai kemampuan bahasa Arab yang memadai," terang Arskal Salim.

"Kami ingin mereka yang lulus adalah anak-anak terbaik dengan kemampuan Bahasa Arab yang sangat bagus dan hafal Alquran minimal 2 juz. Kami tidak ingin anak-anak kita ini mengalami banyak masalah di luar negeri karena kemampuan bahasanya lemah,” tegasnya.

Ketua Pusat Bahasa UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. Abdul Kadir Riyadh mengatakan, kampusnya telah bekerjasama dengan Leipzig University Jerman dalam mengembangkan tes Bahasa Arab dengan sistem online. "Sistem ini telah teruji dengan sangat baik dan Leipzig University Jerman telah diakui oleh lebih dari 150 negara, termasuk diakui oleh Universitas Al Azhar Kairo,” jelas Kadir.

Kepala Subdit Kelembagaan dan Kerja Sama Agus Sholeh menambahkan, mulai tahun 2019, Kementerian Agama membatasi jumlah calon mahasiswa baru yang akan melanjutkan ke Mesir. Hal ini sesuai dengan arahan KBRI Kairo.

“Sesuai arahan KBRI Kairo, mulai tahun ini Kementerian Agama hanya meluluskan calon mahasiswa baru tidak lebih dari 1.000 orang, yaitu 750 Lulus dan 250 Lulus Cadangan. Hal ini karena keterbatasan kemampuan KBRI Kairo dalam melayani konsuler bagi warga Indonesia yang ada di Mesir,” ujar Agus.

Kepada peserta yang lulus, Agus mengingatkan bahwa kondisi politik Mesir saat ini masih belum stabil. Pemerintah Mesir sangat ketat dengan orang asing.

"Kami minta jangan sampai ada mahasiswa yang mendapat masalah dan dideportasi oleh imigrasi,” ujar Agus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini