Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bertemu Muadzin Masjidil Haram, Delegasi Indonesia Disajikan Suara Adzan yang Merdu

Widi Agustian , Jurnalis-Sabtu, 20 Juli 2019 |10:39 WIB
Bertemu Muadzin Masjidil Haram, Delegasi Indonesia Disajikan Suara Adzan yang Merdu
Delegasi Indonesia bersilaturahim dengan muadzin Masjidil Haram (Foto: Husein S/MCH)
A
A
A

MAKKAH - Delegasi Indonesia yang tergabung dalam peserta Daurah al-Shaifiyyah Universitas Ummul Qura Mekkah al-Mukarramah bersilaturrahim dengan beberapa Muadzin Masjid Haram.

Empat Muadzin hadir dan bersilaturrahm dengan peserta daurah, mereka adalah; Sayyid Hasyim al-Saqqaf (Sahibul bait), Ahmad Yunus Khaujah, Suhail Hafidz, dan Said al-Zuhair (Muadzin Masjid al-Rajhi).

“Dalam pertemuan itu, para Muadzin mengumandangkan suara adzan yang biasa terdengar di sekitar Masjid al-Haram pada setiap waktu shalat rawatib,” kata salah seorang peserta Daurah al-Shaifiyyah, Ustadz Hasan Darojat.

Baca Juga: Jamaah Haji yang Wafat Bertambah Satu Orang

Hasan memaparkan, sore itu terdengar lantunan adzan di ruangan pertemuan yang begitu indah dan memikat hati. Beberapa Muadzin bergantian mengumandangkan adzan, takbir, tahmid, dan peran mereka dalam mendampingi suara takbir para Imam Salat.

Muadzin Masjidil Haram

Jumlah Muadzin di Masjidil Haram ada sekitar 20 orang yang diseleksi secara ketat oleh Majlis Idarah Muadzin.

Aktivitas para Muadzin diatur bagian Adminstrasi Muadzin (Idarah al-Muadzin) di bawah Ar-Riasah Li Syu’un al-Masjid al-Haram dan al-Masjid al-Nabawi atau Kantor Kepemimpinan Urusan Masjid al-Haram dan Masjid al-Nabawi yang dipimpin oleh Prof. Dr. Abdurrahman al-Sudais.

Adzan di Masjidil Haram sendiri dikumandangkan dari sebuah ruangan yang tinggi di atas sumur Zamzam bernama Mukabbariyah di Masjidil Haram para Muadzin mengumandangkan adzan setiap waktu sebelum salat rawatib. Lantunan adzan itu bergaya Adzan Hijaz Makkah dengan ciri khas tertentu.

Baca Juga: Makkah Terima Jamaah dari Madinah dan Jeddah Hari Ini

Peran muadzin sangat vital, karena dia yang bertanggung jawab untuk memanggil jamaah untuk ke masjid setiap waktu salat. Tidak boleh terlambat, sehingga dia harus sudah tiba minimal setengah jam sebelum datang waktu salat.

(Arief Setyadi )

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement