nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Bocah Bogor Urunan Beli Sapi Kurban, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Senin 22 Juli 2019 11:42 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 22 614 2081919 7-bocah-bogor-urunan-beli-sapi-kurban-bagaimana-hukumnya-dalam-islam-YQJbMr9CRa.jpg Sapi untuk kurban (Foto: ABC)

Tujuh anak sekolah berhasil membeli seekor sapi untuk melakukan kurban di Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah. Mereka mengumpulkan uang dengan menyisihkan sebagian uang jajannya setiap hari.

 7 bocah beli sapi

Aksi tujuh bocah itu terungkap dari informasi di media sosial. Mereka ternyata tinggal di Kampung Arido, Kota Bogor. Mereka berusaha keras membeli sapi untuk kurban.

Ketujuhnya adalah Abu Bakar alias Iki (13), Zhilal (11), Sauqi (11), Fauzan (11), Sukatma (12), Zalfa (12) dan Yudi (18).

Rupanya Iki merupakan inisiator mengaku sudah menabung sejak 10 bulan lalu. Ia bersama teman-temannya menyisihkan uang jajan untuk iuran membeli sapi kurban.

Ia mengaku sudah 10 bulan yang lalu menabung dari uang jajan. Ia niat mau membeli sapi buat kurban bersama teman-temannya.

Akhirnya mereka dapat membeli seekor sapi kurban seharga Rp 19.500.000. "Alhamdulillah kebeli sapi, belinya di daerah Dramaga, Kabupaten Bogor," ungkap Iki kepada Okezone (22/7/2019).

Sesungguhnya niat anak-anak itu membeli sapi untuk kurban merupakan niat mulia yang patut diapresiasi. Namun kasus ini sama seperti masalah kurban yang dilakukan di sekolah, di mana orangtua ditarik iuran untuk kurban. Artinya kurban dilakukan dengan cara iuran bersama-sama.

Lalu bagaimana hukumnya kurban dengan cara iuran dalam Islam?

Seperti dilansir dalam situs Laduni.id, Ustaz Ma'ruf Khozin nmengatakan, berdasarkan definisi dan aturan dalam ibadah kurban, bahwa cara di atas bukan termasuk ibadah kurban. Namun menjadi sedekah biasa.

Jika kambing dibeli dengan cara iuran lebih dari 1 orang

ﻗﺎﻝ اﻟﺮاﻓﻌﻲ اﻟﺸﺎﺓ اﻟﻮاﺣﺪﺓ ﻻ ﻳﻀﺤﻰ ﺑﻬﺎ ﺇﻻ ﻋﻦ ﻭاﺣﺪ

Ar-Rafii berkata: "Kambing tidak bisa dijadikan kurban kecuali untuk 1 orang saja" (Al-Majmu', 8/384)

Bila unta (sapi) dibeli dengan iuran lebih dari 7 orang

ﻭﻟﻮ اﺷﺘﺮﻙ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﺳﺒﻌﺔ ﻓﻲ ﺑﺪﻧﺔ ﻟﻢ ﺗﺠﺰﺉ ﻋﻦ ﻭاﺣﺪ ﻣﻨﻬﻢ.

"Jika ada 7 orang lebih bergabung dalam kurban 1 unta, maka tidak sah untuk seorang pun dari mereka." (Ianah Thalibin, 2/377)

Oleh karena itu, hukumnya jatuh jadi seperti sedekah biasa. Namun bukan kurban meskipun menyembelih ternaknya pada Hari Raya Kurban.

Namun di sini anak-anak Bogor itu telah belajar makna berkurban, yakni menyisihkan rejeki kita dari Allah untuk diberikan kepada kaum dhuafa yang membutuhkan. Ini bentuk rasa syukur kita kepada Allah.

Seperti dilansir NU Online, Wakil Ketua Yayasan Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah, Kedungwungu, Indramayu Timur, Jawa Barat, Nasrulloh Afandi mengatakan, esensi kurban adalah pengorbanan tertinggi manusia untuk mengikhlaskan sesuatu yang sangat dicintai semata-mata untuk dan karena Allah SWT, meskipun sesuatu itu telah lama dinantikan dan baru saja didapatkannya.

Khazanah ini, bisa mengambil i’tibar (perumpamaan) dari kisah keikhlasan jiwa besar Nabi Ibrahim AS. Beliau telah lama berdoa dan menantikan kehadiran seorang putra.

Namun ketika putra yang telah lama ia nantikan itu, baru saja ia miliki dan telah tumbuh berusia tiga belas tahun, malah justru datang perintah baru dari Allah SWT, untuk menyembelih putranya sebagai kurban.

Nabi Ibrahim pun ikhlas menerimanya. Maka akhirnya, semakin diangkatlah derajatnya di mata Allah SWT. Kurban mengajarkan kita pengorbanan hanya demi Allah SWT semata.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini