PEKANBARU – Kadariah binti Kanta Daud (58) bisa menunaikan ibadah haji berkat kerja keras menjual air galon yang sudah dimasak. Penghasilan dari pekerjaan itu selalu ia sisihkan untuk ditabung.
"Saya betul-betul ingin dan yakin bisa berangkat haji," kata Kadariah ketika dijumpai saat istriharat di Asrama Embarkasi Haji Riau, sebagaimana dikutip dari Antaranews, Selasa (23/7/2019).
Baca juga: Kisah Penjaga Toilet 20 Tahun Menabung hingga Akhirnya Berangkat Haji
Kadariah yang sudah ditinggal suaminya delapan tahun lalu itu kehidupannya sangat sederhana, termasuk rumahnya yang tidak begitu besar di Jalan Lubuk Bandung Hilir, RT 01 RW 01, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau.
Kadariah, janda dua anak, mengaku sadar bahwa keinginannya tidak akan mungkin terwujud tanpa tekad kuat serta usaha keras. Sejak saat itu ia mulai gigih menyisihkan sebagian penghasilan dari menjual air galon yang sudah dimasak untuk ditabung.

Didampingi Pranata Humas Ahli Kanwil Kemenag Riau, Vethria Rahmi, ia menyatakan tekad tersebut akhirnya terwujud saat telah melunasi biaya haji hingga akhirnya masuk rombongan jamaah calon haji 2019 sejak mendaftar pada 2011.
Perjuangan cukup panjang dalam menghidupi diri sendiri dan keluarganya telah dilewati. Kadariah pernah berjualan ikan basah di pasar, kadang juga menjual ikan yang diasap (salai), hingga membuka warung kecil di rumahnya.
Baca juga: Cerita Nenek Tayo, Jamaah Haji Berusia 105 Tahun Asal Lombok
Dirinya bahkan telah menjual ladang karet yang tidak seberapa luas, dan sudah digunakan untuk membiayai pengobatan suami yang mengidap penyakit tumor.
"Sudah ke mana-mana kami bawa berobat, sampai ke Padang, Rengat, Pekanbaru, tapi tidak sembuh juga. Pada akhirnya takdir Allah datang. Suami saya duluan dijemput Yang Maha Kuasa," katanya lirih.