nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mesir dan Arab Saudi Peringatkan Pengguna FaceApp, Ini Alasannya!

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 13:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 24 614 2082927 mesir-dan-arab-saudi-peringatkan-pengguna-faceapp-ini-alasannya-6yplUIrdvV.jpg Aplikasi FaceApp mengubah wajah Presiden AS Donald Trump (Foto: Mordhau)

Baru-baru ini jagat media sosial tengah diramaikan oleh Age Challenge yang menampilkan foto-foto tua dari para penggunanya. Rupanya mereka menggunakan aplikasi FaceApp untuk mengubah wajahnya.

FaceApp mengubah wajah penggunanya

Menggunakan Aplikasi buatan Rusia bernama FaceApp, mereka dapat mengedit dan mengubah foto potret mereka menjadi lebih tua, lebih muda, menambah senyum tambahan, bahkan tampilan mereka saat berubah kelamin.

Namun dibalik viralnya Age Challenge, aplikasi ini ternyata menuai beberapa perdebatan pro dan kontra diantara masyarakat. Bahkan beberapa orang mengatakan bahwa menggunakan FaceApp haram hukumnya, karena dianggap merubah ciptaan Tuhan.

Begitu pula di beberapa negara di Timur Tengah seperti Mesir dan Arab Saudi yang memperingatkan orang-orang terhadap penggunaan aplikasi FaceApp.

Melansir dari Step Feed, Selasa (23/7/2019), Seorang lulusan salah satu universitar terkenal di Mesir, Essam Al-Roubi, mengatakan aplikasi FaceApp yang menjadi tren di media sosial merupakan sebuah tren yang haram.

"Aplikasi ini adalah sebuah tren yang mengarah pada konsekuensi yang tidak diinginkan," jelas Al-Roubi.

"Apakah gambar-gambar ini benar-benar menunjukkan apa yang akan terjadi pada manusia? Tidak. Hanya Tuhan yang tahu," tambahnya.

Untuk menguatkan pernyataannya, Al-Roubi juga merujuk pada beberapa ayat dari kitab suci Alquran. Salah satunya adalah surat An-Nisa ayat 119, dan Al-Isra ayat 70.

Al-Roubi menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memungkinkan seseorang untuk mengubah begitu banyak cara Tuhan menciptakan mereka (meskipun itu ada di dunia maya), maka itu bertentangan dengan agama.

Sementara itu, mengikuti jejak Amerika Serikat, Polandia, dan Lithuania, Arab Saudi juga ikut mengkhawatirkan potensi penyalahgunaan data pribadi pengguna aplikasi FaceApp.

Seperti dilansir dari Arab News, Otoritas Keamanan Siber Nasional (NCA) juga telah memperingatkan orang-orang agar tidak menggunakan FaceApp dan tidak memberikannya akses ke gambar pribadi.

NCA mengkhawatirkan atas bagaimana foto-foto tersebut nantinya dapat disalahgunakan oleh aplikasi ini dan menimbulkan kekhawatiran di antara banyak pengguna.

Muhammad Khurram Khan, seorang profesor keamanan siber di King Saud University mengatakan bahwa banyak orang yang terobsesi dan bersenang-senang dengan beberapa aplikasi ponsel cerdas, tanpa rasa takut bahwa hal tersebut bisa membahayakan privasi mereka dan dapat digunakan untuk tujuan jahat yang tidak diketahui.

“FaceApp, aplikasi menuakan wajah, dan banyak aplikasi serupa lainnya yang sangat populer digunakan oleh pengguna di seluruh dunia tanpa memperhatikan persyaratan layanan aplikasi dan hak-hak mereka sendiri." Ungkap Khan.

Khan juga mengatakan kebijakan privasi FaceApp tidak jelas mengenai prosedur perusahaan melindungi data pengguna. Akan tetapi, perusahaan mengklaim bahwa tidak ada data yang disalahgunakan.

Tapi anehnya FaceApp secara eksplisit mengatakan bahwa ia membagikan informasi dengan 'mitra iklan pihak ketiga'. Oleh karena itu, Khan menjelaskan agar pengguna tak hanya menggunakan aplikasi untuk bersenang-senang, tapi harus memerhatikan dari sisi keamanan data juga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini