nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Alam Petir dan Malaikat dalam Alquran

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Sabtu 27 Juli 2019 00:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 26 614 2084130 fenomena-alam-petir-dan-malaikat-dalam-alquran-A44TlJRptT.jpg Ilustrasi petir menyambar di malam hari

ALAM semesta masih menyimpan berbagai fenomena alam yang sulit untuk dijelaskan secara nalar maupun ilmu pengetahuan. Namun seiring semakin berkembangnya teknologi, fenomena tersebut mulai dapat diungkap oleh ilmuan yang menelitinya selama berabad-abad lamanya.

Perlu diketahui, ternyata penjelasan tentang terjadinya fenomena alam tersebut sudah dijelaskan terlebih dahulu di dalam Alquran bahkan sebelum berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan.

Misalnya dalam Alquran Surat Al-Kahfi : 86 yang menjelaskan tentang terbenamnya matahari, yang berbunyi :

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ۗ قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا

Artinya: "Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: 'Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.'" (Q.S. Al-Kahfi : 86)

Melansir About Islam pada Sabtu (27/7/2019), ayat tersebut menjelaskan bahwa matahari terbenam di tempat di mana "Zulkarnain menemukannya terbenam", yaitu di "laut yang berlumpur hitam (keruh)."

Hal ini bukan berarti tempat sebenarnya di mana matahari terbenam, tetapi tempat di mana matahari terlihat masuk di ujung barat samudera yang terlihat keruh dan seperti lumpur hitam.

Saat itu Zulkarnain, dalam ekspedisinya sampai di suatu tempat saat matahari tampak tenggelam di sebelah barat. Dan kita juga mengetahui bahwa saat senja di pesisir laut ataupun danau di sebelah barat, orang-orang dapat melihat matahari terlihat terbenam masuk ke dalam air.

Begitu juga dengan terjadinya fenomena guruh dan petir. Dalam ilmu sains, guruh adalah gelombang kejut suara yang dihasilkan akibat terjadinya pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat ketika dilewati oleh sambaran petir.

Berbeda dengan penjelasan ilmiah tersebut, ternyata umat Islam meyakini guruh dimaknai bukan sekadar fenomena alam semata. Bahkan guruh diabadikan menjadi salah satu nama surat dalam Alquran, yaitu surat ke-13, Ar-Ra'd.

Semua cendikiawan Islam baik kuno maupun modern setuju bahwa guruh adalah peran dari malaikat yang sedang melaksanakan perintah-perintah Allah SWT di alam semesta. Malaikat juga dipercaya ada untuk mengatur kekuatan alam.

Misalnya malaikat Jibril yang menjalankan perintah dari Allah untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi, dapat muncul sebagai orang yang mampu berbicara yang sesuai dengan tugasnya. Demikian pula dengan banyak malaikat lain yang melaksanakan perintah dari Sang Pencipta.

Hal tersebut tidak mengesampingkan kemungkinan keberadaan malaikat sebagai hamba Tuhan yang taat melaksanakan perintah-perintah-Nya atau bekerja di belakang apa yang disebut fenomena alam. Salah satu ayat mengenai penjelasan guruh ini terdapat pada Al-Qur'an Surat Ar-Ra'd : 13

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ

Artinya : "Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya." (Q.S. Ar-Ra'd : 13)

Dalam hadisnya, Rasulullah SAW menyebut guruh sebagai suara para malaikat. "Ar-Ra'du (guruh) adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah." (HR Tirmizi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini