MAKKAH - Tenda jamaah haji Indonesia di Arafah dan Mina dilengkapi air conditionair atau AC. Alat pendingin ruangan itu pun telah terpasang di tenda-tenda.
"Tadi juga kita lihat persiapan AC-AC yang dipasang di tenda-tenda di Arafah, alhamdulillah terpasang dengan baik," kata Menteri Agama Lukman Hakim yang juga merupakan Amirul Hajj saat meninjau Armuzna.
Hanya saja, lanjut di, AC tersebut harus fleksibel. Maksudnya, jika kondisi cuaca tengah puncak panasnya, dia berharap AC tersebut bisa lebih "didinginkan" lagi.
"Hanya memang tadi saya tekankan perlu ada pengaturan suhu temperatur dari AC itu. Karena boleh jadi menjelang siang atau pada saat siang hari kita memerlukan suhu yang lebih dingin sehingga lalu temperatur AC harus disesuaikan tapi ketika malam hari tentu bisa menyebabkan jamaah terlalu dingin," kata dia.

Diriny pun telah meminta kepada semua pihak yang terkait dengan pengaturan suhu ini. Tujuannya agar jamaah haji bisa lebih nyaman di tenda.
"Jadi memang ini perlu ada perubahan penyesuaian dan itu menjadi tugas dari Maktab dan petugas haji kita," ucap Menag.
Nomor Tenda
Saat peninjauan lokasi Armuzna (Ararah, Muzdalifah dan Mina), rombongan Menag dan Amirul Hajj juga memantau proses penomoran tenda.
"Semua tenda-tenda di Arafah dan Mina harus memiliki nomor-nomor, nomor tenda lalu juga nomor kloternya dan kapasitas masing-masing tenda," ungkap Menag.
Itu semua, lanjut dia, diperlukan agar ada kepastian bagi jamaah selama berada di Arafah dan Mina akan mendiami tenda-tenda yang tersedia.
"Karena selama ini tanpa identitas tenda itu seringkali terjadi selisih paham antara sesama jamaah. Karena mereka saling berebut yang satu mengklaim ini tenda kloternya, yang satu mengatakan tendanya dan seterusnya, dan seterusnya," jelas dia.
"Sehingga dengan adanya identitas masing-masing tenda setiap jamaah memahami dan mengetahui dimana tenda tempat dia berdiam baik selama di Arafah dan di Mina," tambah Menag
(Awaludin)