Masih dalam narasi keterangan yang sama, ayah tiga orang anak dan kakek dua orang cucu tersebut tidak hanya memanjaatkan doa. Tetapi juga sempat menyebutkan bahwa alm Kiai Haji Maimun Zubair di matanya adalah sosok seorang ulama yang berkharisma, panutan bagi umat Islam terutama soal ilmu fiqih, dan gigih menyuarakan perihal bahwa Negara Kedaulatan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.

“Dan hari ini, kita mendengar kabar duka, Mbah Moen berpulang ke hadirat Allah SWT di Makkah. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kepergian Mbah Moen tidak saja sebuah kehilangan besar bagi saya dan keluarga besar Pondok Pesantren Al Anwar Rembang, Jawa Tengah, tapi juga umat Islam dan seluruh rakyat Indonesia. Semasa hidupnya yang panjang, Mbah Moen begitu karismatik, selalu jadi rujukan bagi umat Islam terutama dalam soal-soal fikih. Juga kegigihan almarhum dalam menyampaikan masalah "NKRI harga mati". Atas nama keluarga dan rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga Allah SWT memberinya tempat yang lapang di sisiNya, dan segenap keluarga yang ditinggalkan kiranya diberi kekuatan dan kesabaran. Amin Ya Rabbal Alamin,” tutup Jokowi.
(Utami Evi Riyani)