nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Putri Gus Dur Dapat 'Tamparan' dari Mbah Moen saat Ibadah Haji

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 14:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 07 614 2088873 cerita-putri-gus-dur-dapat-tamparan-dari-mbah-moen-saat-ibadah-haji-8Rd3gD6aPv.jpg Inayah Wahid Cerita pernah dapat 'tamparan' dari Mbah Moen saat Ibadah Haji (Foto : Ist)

Suatu kebanggaan dan berharap berkah ketika kita berkesempatan menunaikan ibadah haji bersama guru yang diteladani. Salah satunya adalah Inayah Wulandari Abdurrahman Wahid. Putri bungsu Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menceritakan, pengalamannya ketika berkesempatan menunaikan ibadah haji bersama KH Maimoen Zubair atau biasa disapa Mbah Moen.

"Beberapa tahun yang lalu saya mendapat barokah besar bisa ikut pergi haji satu rombongan dengan Mbah Moen," ujar Inayah di akun Instagramnya pada Selasa (6/8/2019).

Hal yang paling berkesan, kata Inayah, adalah saat wukuf. Dia ingat ketika kakaknya meminta amalan supaya hajinya mabrur. Dan saat itu dia pun yakin, jika akan diberi ijazah wirid, salat sunnah atau amalan lainnya.

"Saat wukuf di Arafah, salah satu hal yang selalu membekas buat saya adalah ketika kakak saya bertanya pada Mbah Moen amalan ibadah apa yang harus kami lakukan selama menunaikan ibadah haji supaya hajinya mabrur. Saat itu saya sangat yakin Mbah Moen akan memberikan wirid atau bacaan yang harus dirapal ratusan kali, atau shalat sunah yang harus dilakukan berkali-kali, atau amalan-amalan sejenis," katanya yang dikutip dari NUOnline.

Mbah Moen

Tapi sayanganya jawaban dari harapan Inayah pun berkata lain. Mbah Moen tidak memberikan amalan apapun kepadanya. Malahan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, Jawa Tengah itu hanya memberi nasihat. Bahwasannya amalan apapun yang paling penting dilakukan dengan penuh keriangan.

“Amalan apapun tidak masalah, yang penting dikerjakan dengan hati senang, karena amalan sebaik apapun kalau tidak dikerjakan dengan senang hati maka akan sia-sia,” kata Inay menulis ucapan Mbah Moen.

Meski jawaban yang sederhana, Inayah merasa itu sabagai 'tamparan' dan motivasi saat beribadah. Karena terkadang hatinya masih merasa gelisah, diselimuti amarah dan ada rasa keterpaksaan.

"Nasihat yang sangat sederhana, tapi jadi tamparan keras buat saya. Teringat kadang saya masih beribadah dengan hati kesal, terpaksa, ataupun masih membawa amarah. Padahal bukankah tujuan ibadah untuk membawa kita ketenangan dan kedamaian bagi kita?" katanya.

Inayah Wahid

Kepergian seorang ulama yang juga sangat dekat dengan ayahnya (Gus Dur), membuat Inayah benar-benar merasa kehilangan. Menurutnya adanya ketenangan sosok Mbah Moen, keilmuannya, dan kebijaksanaanya adalah tiga faktor kunci yang memberatkan untuk melepas wafatnya Mbah Moen.

Inayah pun ada rasa tenang, karena keinginan Mbah Moen meninggal di hari selasa di Tanah Suci terkabulkan.

"Tepat di hari Selasa seperti kehendaknya, adalah jalan yang saya rasa paling diinginkan Mbah Moen," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini