Kepergian Kiai Haji Maimun Zubair atau Mbah Moen meninggalkan duka yang teramat dalam bagi Alissa Wahid. Putri pertama dari mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid itu mengaku memiliki banyak kenangan indah bersama Mbah Moen.
Mbah Moen selalu terkenang di hatintya. Hal tersebut ia ungkapkan melalui sebuah utasan yang diunggah ke dalam akun Twitter pribadinya.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun. Sugeng tindak, Mbah Moen. Walaupun airmata saya tak juga berhenti, saya yakin Mbah berbahagia karena berpulang di tempat yang Mbah cintai," katanya di Twitter.
"Semoga Allah SWT menempatkan Mbah di tempat yang terbaik.. lahu alfatihah...," tulis Alissa sesaat setelah mendengar kabar duka dari Makkah.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'uun.
— Alissa Wahid (@AlissaWahid) August 6, 2019
Sugeng tindak, Mbah Moen. Walaupun airmata saya tak juga berhenti, saya yakin Mbah berbahagia karena berpulang di tempat yang Mbah cintai.
Semoga Allah SWT menempatkan Mbah di tempat yang terbaik.. lahu alfatihah... pic.twitter.com/L5zHNDWGxo
Alissa juga mengaku mendapat banyak sekali hadiah dari Mbah Moen berupa surban, kerudung, uang di amplop kecil, hingga hadiah imateriil yang tak terhitung jumlahnya.
"Dalam derai airmata, saya mensyukuri semua hadiah Mbah Moen. Terima kasih atas kasih sayang, Mbah kepada saya...," tambahnya.
Tidak hanya itu, selama ini Mbah Moen juga dinilai sangat menghormati mendiang ayahnya. Bahkan, sejak kepergian Gus Dur pada 2009 lalu, pendiri Pondok Pesantren Al-Anwar di Rembang, Jawa Tengah, itu tidak pernah melewatkan acara peringatan wafat (Haul Gusdur) di makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Menurut pengkakuan sang istri, hanya beberapa kali saja Mbah Moen absen saat kondisi tubuhnya sedang tidak sehat.
"Kata bu Nyai Maimoen, "lha alhamdulillah kok yo sehat terus pas wayahe Haul. Hanya beberapa kali saja pas gerah (sakit)," ungkap Alissa.
Pada haul Gusdur yang terakhir, Desember 2018, Mbah Moen diketahui hadir untuk mengikuti rawuh dan tausyiah. Kebetulan, pada saat itu Alissa didapuk menjadi ketua panitia.
Namun, tidak ada yang menyangka bahwa haul terakhir Gus Dur juga menjadi yang terakhir bagi Mbah Moen. "Semoga Mbah dan Bapak dapat berkumpul nggih, Mbah. Pasti seru bercerita sejarah," kata Alissa.
Alissa juga sempat membeberkan sifat Mbah Moen yang sangat bersahaja dan jauh dari kemewahan duniawi. Padahal hal tersebut bisa dengan mudah ia dapatkan. Namun, Mbah Moen selalu tampil apa adanya dan tidak pernah meminta apa pun.
Masih mbrebes mili terus mengingat Mbah Moen. Alim yang sangat bersahaja. Jauh dari kemewahan duniawi, padahal itu hal mudah bagi beliau. Tidak pernah meminta ini itu. Apa adanya. Pernah saat haji lalu wukuf di Arafah, istirahat di tenda ber-AC pun beliau tidak berkenan. pic.twitter.com/R2Lk5S8m8M
— Alissa Wahid (@AlissaWahid) August 7, 2019
Masih membekas di ingatan Alissa, saat orang yang sangat ia hormati itu wukuf di Arafah. Mbah Moen rupanya tidak berkenan beristirahat di ruangan ber-AC.