nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Enzo Allie Lolos Masuk Akmil TNI, Nasionalisme Santri Tak Perlu Diragukan

Ayu Dita Rahmadhani, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 14:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 09 614 2089823 enzo-allie-lolos-masuk-akmil-tni-nasionalisme-santri-tak-perlu-diragukan-8CMOUxI4oy.JPG Alumnus Pesantren Enzo Allie (Foto: Ist)

Lolosnya pemuda blasteran Indonesia-Prancis, Enzo Zenz Allie, dari seleksi masuk akademi militer (Akmil) TNI 2019 tak hanya meraih simpati publik. Isu miring terkait Enzo Allie simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mengusung faham Khilafah, juga menyeruak.

Isu ini sempat bergulir dan menuai beragam komentar bahkan dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Menhan menegaskan Enzo harus diberhentikan bila terbukti sebagai pendukung tegaknya khilafah di Indonesia.

Enzo Allie alumnus pesantren NU

Faktanya Pesantren Al Bayan tempat Enzo Zenz Allie (18) menimba ilmu menegaskan bahwa Enzo Allie bukan anggota HTI. "Di lembaga kami itu sudah membentuk pemahaman ahli sunnah waljanah, NKRI harga mati. Enzo bersih, saya jamin benar benar bukan HTI, sangat cinta NKRI," ujar Kepala Sekolah Ponpes Al Bayan, Deden Ramdhani kepada wartawan.

Penegasan serupa juga dilontarkan Sekjen Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdatul Ulama, Adung Abdul Rochman. Dia meyakini bahwa santri-santri lulusan dari pesantren NU yang berhasil masuk TNI memiliki kesetiaan kepada NKRI yang kuat.

Enzo Allie berseragam TNI

"Jika ada santri-santri dari pesantren NU berhasil masuk akademi TNI saya yakin mereka telah digembleng doktrin Hubbul Wathon Minal Iman atau cinta tanah air bagian dari iman, sehingga nasionalisme dan kesetiaan mereka pada NKRI dan Pancasila sangat kuat. Bendera mereka Merah Putih," ujarnya kepada Okezone.

Enzo Allie yang baru berusia 18 tahun tersebut di mata para gurunya di pesantren merupakan remaja yang rajin belajar dan taat beribadah. Ibadah sunnah seperti puasa daud dan salat tahajud rutin dilaksanakan.

Selain rajin belajar dan beribadah, selama di pesantren, Enzo rajin melakukan latihan fisik dengan lari mengelilingi pesantren dan latihan renang.

"Ananda Enzo ini rajin ibadah, saum (puasa) Senin-Kamisnya, puasa daud, salat tahajudnya apalagi salat berjamaahnya tidak ketinggalan," ujar Yudhi, guru Enzo di Pesantren Unggul Albayan.

Kerja keras Enzo Allie membuahkan hasil. Dia berhasil menguasai banyak bahasa di antaranya Bahasa Prancis, Inggris, Arab, Jepang, Jerman dan Italia. Enzo pun gigih untuk memperbaiki kemampuan Bahasa Indonesianya dengan meminta diberikan waktu tambahan belajar. Enzo sendiri mengenyam pendidikan di Sekolah SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Anyer, Serang, Banten, selama tiga tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini