Dalam perkembangannya, sapi limosin kemudian dikenal sebagai bangsa sapi potong berotot yang berasal dari Limousin dan Marche di Perancis. Setelah beberapa kali dilakukan perbaikan keturunan, para peternak Prancis berhasil menghasilkan jenis sapi limosin berkualitas pada tahun 1859.
Hal ini bertepatan dengan kompetisi produk pertanian yang diadakan di Poissy, dekat Paris. Sapi limosin unggul dalam sejumlah kategori sehingga reputasinya pun semakin dikenal luas.

Sementara di Indonesia, sapi limosin biasanya dihasilkan dari proses persilangan antara jenis Ongole dan Brahman. Ya, meski bibit sapi tersebut diimpor dari luar negeri, para konsumen dan peternak lokal mengaku puas dengan jenis hewan ini. Alhasil, sapi limosin mulai populer dan dikembangkan oleh banyak peternak.