Gerakan pramuka jadi sarana Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dalam menghadirkan generasi yang siap berkontribusi pada bangsa sesuai perkembangan zaman.

LDII membuat gerakan pramuka yang dinamakan Satuan Komunitas Pramuka Sekawan Persada Nusantara atau disingkat Sako SPN. Setelah terbentuk di tingkat nasional maka untuk tingkat DPW LDII Jawa Tengah terbentuk dan tidak lama membuat pelatihan Sako Sekawan Pramuka Persada Nusantara di DPD LDII Kabupaten Kendal.
Ketua Satuan Komunitas Pramuka Daerah (Sakoda) Sekawan Persada Nusantara DPW LDII Provinsi Jateng, Eko Sutanto mengatakan, gerakan pramuka adalah pilihan tepat. "Melalui gerakan pramuka mudah untuk mengaktualisasi penanaman karakter kepada anak," ujarnya.
"Pramuka itu selain belajar juga bisa bermain dan yang terpenting kita tidak sadar saat sedang ada materi permainan. Di situ sebenarnya kita sedang dilatih untuk kemandirian dan kejujuran," terang Eko.
Dalam menjalankan gerakan pramuka, LDII memilih memberikan pelajaran tambahan untuk berorganisasi yang saat ini berbasis masjid. Jadi gerakan pramuka ini berbasis masjid.
LDII, ujar Eko, memilih gerakan pramuka untuk memberikan pelajaran tambahan untuk berorganisasi yang saat ini berbasis Masjid. "Pramuka di masjid itu sangat jarang, TPQ kami yang ada di masjid-masjid sudah kami instruksikan untuk menjadi gerakan wajib disela-sela belajar mengaji."
Seperti dilansir KR Jogja, pelatihan yang digelar diharapkan bisa menjadi sarana untuk memberikan pelatihan kepada tingkatan dibawahnya. Pramuka, terang Eko, mempunyai kurikulum dan tingkatan atau jenjang organisasi yang jelas dan sudah terprogram. Saat ini baru ada delapan Sakoda yang terbentuk.
Sedangkan Sakocab baru ada 6 yaitu Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Blora.
Untuk Sakoda yang dalam proses pembentukan adalah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Pekalongan. Sementara itu yang sedang menunggu pengukuhan adalah Kabupaten Batang.
(Dyah Ratna Meta Novia)