Bendera Kanjeng Kiai Tunggal Wulung ini diarak saat terjadi pageblug atau suatu wabah penyakit yang menimpa banyak penduduk di wilayah Kasultanan Ngayogyakarta.
Majalah Mekar Sari nomor XIX Juni 1967 menyebutkan, pada tahun 1919 pihak Kasultanan Ngayogyakarta pernah mengarak bendera pusaka Kiai Tunggul Wulung mengelilingi beteng Kraton Ngayogyakarta. Ini dilakukan saat Yogyakarta terkena wabah penyakit influenza.
Namun, terang Ki H Ashad, tidak ada catatan di Kraton Yogyakarta yang menyebutkan bahwa acara mubeng beteng malam satu suro sebagai agenda resmi Kasultanan.