nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jenazah Rayya Vina Garut Sepi Pelayat, Ini Nasihat Ustadz

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 09 September 2019 19:11 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 09 614 2102616 jenazah-rayya-vina-garut-sepi-pelayat-ini-nasihat-ustadz-4y2odfP307.jpg Ilustrasi Rayya Vina Garut meninggal (Foto: Okezone)

Salah seorang aktor video viral ‘Vina Garut', Rayya, menghembuskan napas terakhirnya. Ia meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya.

Kita wajib mendoakan orang yang meninggal

Mantan suami 'Vina Garut' ini juga dikabarkan mengalami gagal ginjal dan stroke. Setelah kabar ini mencuat, publik pun dibuat kaget dengan beredarnya foto keranda Rayya 'Vina Garut' yang digotong menuju masjid.

Namun dalam foto tersebut, keranda Rayya hanya diantar 5 orang.

Apakah sepinya pengantar Rayya karena melihat kehidupannya sebelum meninggal?

Mengetahui kabar ini, Ketua Pergerakan Majlis Taklim (Permata) Indonesia DKI Jakarta, Ustadz Mahfud Said mengatakan, orang saleh Insya Allah banyak yang datang ingin mensalatkan dan orang yang membuat ulah masyarakat kadang malas untuk mensalatkan.

"Namun sikap masyarakat seperti itu juga tidak bisa dibenarkan seluruhnya. Terlebih, sebagai umat Islam, sudah seyognyanya kita mendatangi dan mensalatkan jenazah, syukur-syukur ikut mensalatkan," ujar Ustadz Mahfud.

Meski jika melihat hukumnya, mengurus jenazah seperti memandikan, mensalatkan dan menguburkan adalah fardu kifayah. Namun, di sisi lain, melakukan dua hal ini memiliki hikmah pahala yang luar biasa tinggi, salah satunya mengingatkan kita pada kematian.

Menurut Ustadz Mahfud, terdapat hadist yang berbicara mengenai mensalatkan dan menguburkan jenazah ini.

Rasulullah bersabda,

"Kalau kamu melihat jenazah, maka berdirilah. Barang siapa yang mengikuti, jangan duduk sampai jenazah diletakkan."

Selain itu, turut menghadiri pemakaman serta tetap tinggal hingga orang yang meninggal dikuburkan itu bernilai pahala besar. Hal ini dijabarkan oleh Nabi SAW agar menjadi pedoman umat.

"Barang siapa menghadiri pemakaman sehingga salat jenazah dilaksanakan, akan menerima pahala satu qirat dan barang siapa menghadiri pemakaman dan tetap tinggal hingga jenazah dimakamkan, dia akan menerima pahala dua qirat." (Muttafaq'alaih). Adapun dua qirat yang dimaksudkan Nabi SAW setara dengan dua gunung besar.

Sikap terbaik muslim pada jenazah

Meski di awal Ustadz Mahfud membenarkan pandangan masyarakat di mana semakin banyak orang yang melayat, semakin bagus pahala semuanya, tidak kemudian kita menghakimi jenazah yang pelayatnya sedikit.

Sebab, kita tidak bisa memastikan orang yang perilakunya buruk itu tidak mendapat ampunan Allah SWT. "Bisa jadi sebelum meninggal, jenazah sempat memohon ampun kepada Allah SWT dan kita belum tentu lebih baik darinya," papar Ustadz Mahfud.

Dia menegaskan, daripada menilai perilaku seseorang terlebih jenazah yang sudah meninggal, ada baiknya kita yang masih diberi kehidupan oleh Allah terus berbaik sangka kepada yang lain. Selain itu, perbanyak ibadah dan memaksimalkan semua ibadah.

"Bagaimana pun, belum tentu kita mendapatkan akhir yang khusnul khotimah. Jadi, tetap berbuat baik pada siapa pun dan terkait sikap pada orang yang meninggal, jika mampu, maka bantu salatkan atau juga menguburkan sesuai dengan perkataan Rasulullah," tambah Ustadz Mahfud.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini