Demikian juga dengan pola manasik haji berbasis ketua regu, sehingga nantinya diharapkan jamaah dapat mandiri dan meminimalisit ketergantungan terhadap konsultan atau pembimbing ibadah.
“Materinya juga spesifik, misalkan bagaimana bimbingan manasik bagi jamaah usia lanjut, selama ini kan hanya satu, padahal perlakuannya berbeda,” tuturnya.
Ia memberi contoh, nantinya buku manasik untuk jamaah uzur, sakit dan lanjut usia akan diberikan keterangan bahwa saat di jamarat, jamaah dapat diwakilkan dalam melontar jumrah.
(Rizka Diputra)