nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mohamed Salah Menginspirasi Pemuda Ini Jadi Seorang Muslim

Yunita, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 16:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 08 614 2114338 mohamed-salah-menginspirasi-pemuda-ini-jadi-seorang-muslim-QMqdzSDA37.jpg Mohamed Salah menginpirasi seseorang jadi muslim(Foto: Twitter Liverpool)

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah asal Mesir dikenal dengan prestasi dan citranya di dunia sepakbola yang taat terhadap ajaran Islam.

 Bird terinpirasi oleh Mohamed Salah

Mohamed Salah jadi sosok panutan yang telah menginsipirasi seorang fans klub Nottingham Forest bernama Ben Bird untuk menjadi seorang muslim.

Bird menganggap Mohamed Salah sebagai orang Islam pertama yang ia kenal. Ia juga ingin sekali bertemu dan berjabat tangan dengan pemain dari klub Liverpool tersebut.

"Mohamed Salah sejujurnya menginspirasi saya. Saya ingin bertemu dengannya, hanya untuk berjabat tangan dan mengatakan 'cheers' atau 'syukron'," kata Bird dilansir dari The Guardian, Selasa (8/10/2019).

Ternyata syukron sendiri dapat diartikan sebagai ucapan syukur. Kata ini biasa diucapkan ketika seseorang menerima pemberian hadiah, sanjungan, pujian, atau hal-hal yang membuat dirinya bahagia dari orang lain.

Bird yang mengaku, sebelumnya ia tidak menyukai semua hal tentang Islam. ia merasa malu jika harus mengungkapkan semua kebenciaannya pada Islam pada waktu belum mengenal ajaran ini.

Menurut Bird kala itu, Islam merupakan agama, budaya, dan berasal dari orang-orang yang terbelakang. "Mereka tidak ingin terintegrasi dan malah ingin mengambil alih. Saya selalu memandang orang-orang muslim seperti gajah dalam ruangan. Saya memiliki kebencian terhadap Muslim kala itu," ucapnya.

Tetapi belajar di Jurusan Middle Eastern Studies di University of Leeds, Inggris mulai mengubahnya. Pada saat itu dirinya ingin mengambil disertasi, dan ingin melakukan sesuatu yang berbeda.

Pembimbingnya memberikan usulan mengenai lagu Mohamed Salah, baginya itu cukup menarik. Namun ternyata, Bird memutuskan untuk mengambil yang lainnya. Akhirnya ia mendapatkan tema 'Mohamed Salah, hadiah dari Allah. Apakah kinerja Mohamed Salah berpengaruh dalam memerangi Islamofobia di media dan bidang politik?'

Di kampusnya, Bird mendapatkan banyak kesempatan untuk bertemu dengan pelajar dari Arab Saudi. Sebelumnya Bird menganggap mereka merupakan orang jahat. Ternyata setelah bertemu, hal tersebut tidak terbukti.

Mereka adalah orang-orang terbaik yang pernah ia temui. Pemikiran dalam diri Bird yang dahulunya buruk mengenai negara-negara Arab telah hilang.

Di universitasnya, ia telah mewawancarai mahasiswa Mesir. Saat mereka mengetahui tentang penelitian Bird mengenai Salah, maka mereka akan berbicara tentang pesepak bola tersebut.

Salah satu orang Mesir yang ia ajak bicara mengatakan, ia percaya bahwa Salah telah membuat orang kembali mencintai Muslim.

"Itu benar-benar selaras dengan pikiran saya. Ketika Salah mencetak skor, saya pikir dia mencetak gol untuk agamanya. Ketika dia memenangkan Liga Champions saya berkata kepada teman saya bahwa itu adalah kemenangan bagi Islam. Salah mempraktikkan sujud, dan memperlihatkan simbol yang sangat Islami kepada dunia. Berapa banyak orang yang menonton Liga Premier setiap pekan? Jutaan orang secara global," tuturnya.

"Salah menunjukkan kepada saya bahwa Anda bisa hidup normal dan menjadi seorang muslim sekaligus. Anda bisa menjadi diri sendiri. Dia pemain hebat dan dihormati oleh komunitas sepakbola dan politik, agamanya tidak masalah," ucapnya.

Bird menjelaskan, Islam tidak sepenuhnya sesuai dengan apa yang telah digambarkan oleh media-media barat. Ketika orang membaca Alquran atau lainnya perihal ajaran Islam, ini berbeda dengan gambaran yang disajikan media barat.

Menurut Bird, tidak mudah menerapkan gaya hidup islami. Sebab ini berarti perubahan gaya hidup. Ia juga sedang berusaha mengubah pola hidupnya.

Biasanya saat ada pertandingan ia kerap pergi ke sebuah pub, memasang taruhan, dan menyadari ia akan kehilangan banyak uang. "Sulit ketika Anda terbiasa dengan budaya seperti itu dan itu adalah bagian dari sepakbola bagi banyak orang," ungkapnya.

Namun Bird tak menyerah, ia masih terus belajar mengenai Islam. Ia pun mulai ingin bergabung dengan komunitas Islam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini