Menag Fachrul Razi: Misi Kami Sama dengan NU

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 25 Oktober 2019 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 25 614 2121522 menag-fachrul-razi-misi-kami-sama-dengan-nu-q6MgaYA2dq.jpg Fachrul Razi. Foto: Okezone

JAKARTA – Penunjukan Jenderal Purn Fachrul Razi sebagai menteri agama di Kabinet Indonesia Maju menjadi sorotan publik. Selain karena dia bukan dari kalangan ulama, yang bersangkutan juga tidak pernah jadi santri.

Menyikapi hal itu, Fachrul Razi menyangkal anggapan bahwa pelantikan dirinya mendapatkan penolakan dari para Kiai. Ia juga menilai penujukannya sebagai menteri agama tak ditolak oleh ormas Islam seperti Muhammadiyah, maupun pihak Nahdhatul Ulama (NU) yang biasanya mengisi jabatan tersebut.

“Jangan kalian berprasangka jelek dengan omongan orang. Masa iya beliau-beliau (kiai) menolak,” ujar Fachrul Razi sebagaimana dilansir dari laman resmi Kemenag pada Jumat (24/10/2019).

Menag juga mengatakan bahwa dirinya punya tujuan yang sama dengan organisasi seperti Muhammadiyah dan NU. Misinya yaitu membina umat dan membangun bangsa.

“Kami punya misi yang sama dengan NU dan Muhammadiyah, yaitu membina umat, membangun bangsa,” ucap Fachrul Razi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurut Menag, Ia pun tak menutup mata bahwa saat ini masih ada pihak yang mempertanyakan perihal pengangkatannya sebagai menteri agama.

Hal ini dianggap wajar saja terjadi, mengingat pria kelahiran Banda Aceh 72 tahun yang lalu ini, tidak memiliki latar belakang pendidikan pesantren ataupun keagamaan sebagaimana pada umumnya menteri-menteri agama sebelumnya.

“Pasti enggak (menolak) lah jadi jangan membesar-besarkan. Tapi kalau bertanya, mempertanyakan (pengangkatan sebagai Menag) ya bisa saja,” imbuhnya.

Menag pun berharap, ke depan dapat terus berkoordinasi dengan seluruh ormas-ormas keagamaan yang ada guna menjaga dan membangun toleransi kehidupan beragama di Indonesia.

“Saya pun kalau ada apa-apa nanti pasti koordinasi ke NU dan Muhammadiyah. Begitu juga dengan organisasi-organisasi Katolik. Protestan, Hindu, Budha, Konghucu,” tuturnya.

Sementara itu saat pengumuman Fachrul Razi sebagai menteri agama, Presiden Joko Widodo memberinya tugas untuk mengatasi radikalisme. 

Radikalisme sendiri memang sedang menghangat dalam beberapa tahun terakhir. Nahdatul Ulama juga sudah lama mengutarakan bahwa sebenarnya Indonesia mengalami darurat radikalisme.

“Karena kondisi dan daya destruksi yang diakibatkan, secara kelembagaan jauh waktu, NU tegas mengingatkan bahaya radikalisme itu. Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, di samping darurat narkoba dan LGBT,” demikian keterangan tertulis Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU KH Robikin Emhas kepada media.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya